Integrasi Jurnal Cuaca Harian Bantu Siswa SD Memahami Pola Alam dan Risiko Bencana
Dalam lingkungan belajar yang terus berkembang mengikuti
dinamika perubahan alam, guru mulai memperkenalkan jurnal cuaca harian sebagai
sarana yang membantu siswa memperhatikan hal-hal kecil yang sebelumnya sering
terabaikan. Dengan mencatat kondisi langit, arah angin, dan suhu sekitar setiap
hari, siswa menyadari bahwa cuaca tidak pernah benar-benar sama dari satu hari
ke hari berikutnya. Kegiatan sederhana ini membuat mereka lebih peka terhadap
isyarat yang diberikan alam, meskipun terlihat biasa saja. Dengan demikian,
pembiasaan menulis jurnal menjadi langkah awal pendidikan kebencanaan.
Guru memberikan buku kecil yang digunakan siswa untuk
mencatat pengamatan pagi hari, sehingga mereka terbiasa melakukan pengamatan
langsung sebelum memasuki kelas. Setiap siswa mencatat warna awan, pergerakan
angin, dan tanda-tanda seperti langit gelap atau udara lembap yang sering kali
menjadi petunjuk datangnya hujan. Meskipun tampak sederhana, pengamatan ini
memperkuat kemampuan membaca tanda alam. Melalui latihan rutin, siswa menjadi
lebih sadar bahwa lingkungan memberikan sinyal yang harus diperhatikan.
Setiap pekan, guru mengajak siswa membandingkan jurnal
mereka sehingga mereka dapat melihat pola-pola tertentu dan memahami mengapa
beberapa hari terasa lebih panas atau lebih dingin. Perbandingan ini membuka
wawasan mereka bahwa cuaca merupakan fenomena yang memiliki pola dan dapat
dipelajari, bukan sesuatu yang terjadi secara acak. Diskusi ini membuat siswa
semakin yakin bahwa kesiapsiagaan dimulai dari kebiasaan memperhatikan
lingkungan. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Guru mengaitkan perubahan cuaca yang dicatat siswa dengan
risiko bencana seperti banjir ketika hujan lebat turun berhari-hari, atau pohon
tumbang ketika angin bertiup kencang tanpa henti. Penjelasan ini dilakukan
dengan hati-hati agar siswa memahami risiko tanpa merasa takut berlebihan.
Ketika siswa mengetahui hubungan tersebut, mereka lebih siap menghadapi kondisi
ekstrem. Dengan demikian, jurnal cuaca menjadi alat edukasi yang lengkap.
Program jurnal cuaca harian ini juga mendorong siswa untuk
berbagi pengamatan dengan keluarga di rumah, sehingga pengetahuan mereka tidak
hanya berhenti di sekolah. Banyak orang tua yang merasa terbantu karena
anak-anak kini lebih kritis dan peka terhadap perubahan lingkungan. Guru
berharap kebiasaan mencatat ini dapat berlanjut hingga mereka dewasa. Dengan
cara ini, pendidikan kebencanaan dimulai dari langkah yang sangat sederhana
namun sangat bermanfaat.
Penulis: Resinta Aini Z.