Integrasi Pendidikan Keterampilan dalam Model Sekolah Rakyat sebagai Solusi Relevansi Lulusan Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Integrasi pendidikan keterampilan dalam model Sekolah Rakyat kini dipandang sebagai solusi jitu untuk menjawab kritik mengenai relevansi lulusan pendidikan dasar terhadap tuntutan dunia nyata. Selama ini, terdapat jurang yang cukup lebar antara apa yang dipelajari siswa di bangku sekolah dengan kebutuhan praktis yang mereka temui saat kembali ke lingkungan masyarakat. Model Sekolah Rakyat mencoba menutup celah tersebut dengan menempatkan penguasaan keterampilan sebagai bagian integral dari pencapaian standar kompetensi lulusan. Peluang inovasi ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangkasan vokasional yang dapat menjadi bekal kemandirian ekonomi di masa depan. Namun, hambatan sistemik berupa kebijakan evaluasi yang masih berorientasi pada ujian kognitif nasional sering kali menjadi penghalang bagi sekolah untuk melakukan eksperimentasi pendidikan keterampilan. Diperlukan keberanian kebijakan untuk memberikan pengakuan yang setara terhadap prestasi keterampilan sebagaimana kita menghargai prestasi di bidang sains dan matematika.
Peluang keberhasilan integrasi keterampilan ini sangat bergantung pada kemampuan sekolah dalam memetakan potensi lokal yang dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran vokasi dini. Misalnya, sekolah di daerah pesisir dapat mengintegrasikan keterampilan pengolahan hasil laut, sementara sekolah di daerah agraris dapat fokus pada teknik pertanian modern yang ramah lingkungan. Hambatan berupa minimnya peralatan praktik dapat diatasi dengan model kemitraan bersama bengkel lokal, pengrajin, atau pelaku usaha mikro yang ada di sekitar sekolah. Melalui model ini, Sekolah Rakyat bertindak sebagai hub atau pusat belajar yang menghubungkan siswa dengan ekosistem ekonomi nyata yang ada di lingkungan mereka. Siswa akan merasa lebih termotivasi untuk belajar karena mereka melihat langsung manfaat praktis dari keterampilan yang sedang mereka pelajari bagi kehidupan keluarga dan komunitasnya. Relevansi lulusan tidak lagi diukur dari selembar ijazah semata, tetapi dari sejauh mana mereka mampu berkarya dan memberikan solusi bagi lingkungan sekitarnya.
Proses integrasi keterampilan juga menuntut adanya perubahan peran guru dari pemberi materi tunggal menjadi fasilitator dan mentor dalam proses berkarya. Guru harus mampu mengaitkan aspek teoretis dengan praktik lapangan secara halus sehingga siswa tidak merasa sedang mempelajari dua hal yang terpisah. Tantangan yang sering muncul adalah kurangnya rasa percaya diri guru dalam mengajarkan keterampilan teknis yang di luar disiplin ilmu keguruannya yang formal. Oleh karena itu, program pengembangan profesi guru harus mulai menyentuh aspek-aspek kecakapan hidup dan kreativitas teknologi yang dapat diterapkan di kelas sekolah dasar. Peluang peningkatan kualitas pembelajaran tersedia melalui penggunaan media digital yang dapat menjadi panduan belajar mandiri bagi siswa dalam menguasai keterampilan tertentu. Dengan bimbingan yang tepat, setiap ruang kelas Sekolah Rakyat akan menjadi inkubator kreativitas yang melahirkan bibit-bibit unggul dengan keterampilan yang mumpuni.
Hambatan sosial berupa pandangan bahwa pendidikan keterampilan adalah pendidikan kelas dua bagi mereka yang tidak mampu secara akademik harus segera didekonstruksi. Sekolah Rakyat harus mampu membuktikan bahwa keterampilan adalah bentuk kecerdasan lain yang sangat dihargai dalam masyarakat modern yang menghargai inovasi dan produk orisinal. Peluang untuk membangun kebanggaan terhadap karya tangan sendiri merupakan bagian penting dari pembentukan karakter siswa yang berdaya saing global namun tetap berpijak pada nilai lokal. Pendidikan dasar inklusif dalam model Sekolah Rakyat berarti memberikan kesempatan yang sama bagi anak yang mahir berhitung maupun anak yang mahir menciptakan kerajinan tangan. Integrasi ini juga berfungsi untuk mengurangi angka putus sekolah karena siswa merasa sekolah memberikan bekal yang konkret untuk masa depan mereka. Kesuksesan model ini akan menjadi bukti bahwa pendidikan dasar Indonesia telah bergerak menuju arah yang lebih progresif dan fungsional bagi kesejahteraan rakyat.
Sebagai simpulan, integrasi pendidikan keterampilan dalam model Sekolah Rakyat adalah sebuah keniscayaan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan nasional kita. Peluang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga terampil secara teknis merupakan investasi berharga bagi kemajuan bangsa. Hambatan dalam proses implementasi harus dipandang sebagai tantangan untuk terus berinovasi dan mencari solusi kreatif bersama seluruh elemen masyarakat. Pendidikan dasar harus mampu memberikan fondasi yang kuat bagi setiap anak untuk menemukan jati diri dan potensi karya terbaiknya sejak usia dini. Mari kita dukung transformasi Sekolah Rakyat ini sebagai jalan menuju kemandirian bangsa yang dimulai dari setiap bangku sekolah dasar di seluruh pelosok negeri. Relevansi lulusan pendidikan dasar yang tinggi akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial masyarakat Indonesia di masa depan.
###
Penulis : Indriani Dwi Febrianti