Jembatan Inklusi Pendidikan: WhatsApp Web Dukung Pembelajaran Hibrida bagi Siswa Sakit
s2dikdas.fip.unesa.ac.id , Surabaya — Pendidikan inklusif (SDG 4 dan 10) menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, termasuk mereka yang berhalangan hadir di sekolah karena alasan kesehatan atau kendala fisik lainnya. WhatsApp Web hadir sebagai solusi praktis untuk menjembatani persimpangan ini melalui model pembelajaran hybrid sederhana. Dengan fitur pengiriman dokumen yang mudah dan tampilan layar luas di komputer guru, materi pelajaran yang disampaikan di kelas dapat diteruskan secara real-time kepada siswa yang berada di rumah, memastikan tidak ada anak yang tertinggal pelajaran.
Guru dapat memanfaatkan WhatsApp Web untuk mengirimkan foto papan tulis, rekaman suara penjelasan materi, atau lembar kerja siswa (LKS) digital kepada siswa yang sakit. Interaksi ini memungkinkan siswa di rumah tetap merasakan kehadiran guru dan dinamika kelas meskipun secara virtual. Guru pun dapat memberikan umpan balik langsung terhadap tugas yang dikirimkan siswa melalui fitur chat , menciptakan komunikasi dua arah yang efektif dan personal.
Selain transfer materi, aspek psikologis juga sangat membantu dengan penggunaan platform ini. Melalui grup kelas yang dikelola guru melalui WhatsApp Web, teman-teman sekelas dapat mengirimkan ucapan semangat atau doa kepada siswa yang sedang sakit. Dukungan sosial ini sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan motivasi belajar anak yang terlindungi dari lingkungan sekolahnya. Teknologi komunikasi menjadi sarana untuk memelihara ikatan emosional dan rasa kebersamaan dalam komunitas kelas.
Keunggulan penggunaan versi web dibandingkan aplikasi seluler adalah kemudahan manajemen data bagi guru. File tugas, video pembelajaran, dan arsip nilai dapat dikelola lebih terorganisir di komputer. Hal ini mengurangi beban administrasi guru sehingga mereka bisa lebih fokus pada kualitas pendampingan siswa. Fleksibilitas ini menjadikan pendidikan lebih adaptif terhadap berbagai kondisi siswa, menghilangkan batasan fisik ruang kelas.
Strategi penerapan ini menegaskan bahwa sekolah dasar harus menjadi lingkungan yang ramah dan akomodatif bagi semua siswa. WhatsApp Web membuktikan dirinya sebagai alat teknologi sederhana yang mampu memberikan dampak besar dalam mewujudkan keadilan pendidikan. Dengan sistem pendukung yang tepat, setiap anak mendapatkan jaminan proses belajarnya dalam situasi apapun.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia