Kepemimpinan Guru SD dalam Membentuk Karakter Siswa Sejak Dini
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Kepemimpinan guru menjadi faktor penting dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Anak-anak pada usia ini cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dalam keseharian. Guru yang mampu memberi teladan dalam kejujuran, kedisiplinan, dan rasa hormat akan memberi dampak besar pada perkembangan moral anak. Kepemimpinan yang humanis membuat siswa merasa dekat dan nyaman dengan gurunya. Dari kedekatan inilah nilai-nilai kebaikan dapat tumbuh secara konsisten.
Dalam kepemimpinan kelas, guru tidak hanya berfungsi memberikan instruksi tetapi juga mengarahkan nilai dan sikap. Melalui pendekatan yang demokratis, siswa diajak memahami alasan di balik aturan yang diterapkan. Hal ini membantu mereka membangun kesadaran internal, bukan sekadar mengikuti aturan karena takut dihukum. Guru yang bijaksana akan selalu berusaha mendengarkan pendapat siswa. Dengan demikian, siswa belajar bahwa suara mereka dihargai dan penting.
Kepemimpinan guru juga terlihat dari cara guru menghadapi konflik kecil antar siswa. Alih-alih menghukum secara langsung, guru dapat memfasilitasi dialog untuk menyelesaikan masalah. Melalui pendekatan ini, anak belajar mengelola emosi dan memahami perspektif orang lain. Proses ini sangat penting untuk perkembangan empati dan kemampuan interpersonal. Kemampuan menyelesaikan konflik sejak dini membantu anak saat berinteraksi di lingkungan lebih luas.
Selain itu, guru dapat menerapkan program pembiasaan positif seperti budaya antre, salam-senyum-sapa, dan tanggung jawab piket kelas. Pembiasaan ini mendorong anak memahami pentingnya keteraturan dan kerja bersama. Kegiatan rutin seperti ini menjadi latihan nyata bagi pembentukan karakter. Guru berperan memastikan bahwa pembiasaan tersebut dilakukan dengan konsisten. Konsistensi itulah yang membuat karakter berkembang kuat.
Pada akhirnya, kepemimpinan guru bukan sekadar soal bagaimana mengelola kelas, tetapi tentang bagaimana membentuk manusia muda yang berkarakter. Keberhasilan pengembangan karakter bergantung pada hubungan yang hangat dan teladan nyata yang ditunjukkan guru. Ketika guru mampu menjadi figur yang dihormati dan dicintai, anak-anak akan mengikuti arahan dengan sukarela. Kepemimpinan yang baik dapat menciptakan generasi yang beretika dan berintegritas. Dari sinilah peran guru sebagai pemimpin sejati terbukti.
####
Penulis: Aida Meilina