Kesiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem: YouTube sebagai Sumber Belajar Mitigasi Bencana
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya intensitas cuaca ekstrem menuntut kesiapan sejak usia dini, sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana. Dalam konteks ini, YouTube dimanfaatkan sebagai sumber belajar audiovisual yang menghadirkan simulasi nyata tentang berbagai jenis bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami oleh siswa.
Guru dapat menyusun daftar putar khusus di YouTube yang berisi video edukatif dari lembaga resmi, seperti BNPB atau organisasi kemanusiaan. Video-video tersebut menampilkan prosedur keselamatan saat banjir, badai, atau gempa bumi, lengkap dengan visualisasi langkah-langkah penyelamatan diri. Melalui media video, siswa dapat melihat langsung contoh perilaku yang benar dalam situasi darurat, sehingga pesan keselamatan lebih mudah diingat dan dipraktikkan.
Setelah menonton video, siswa diajak melakukan analisis sederhana terhadap risiko bencana di lingkungan sekitar sekolah dan rumah. Mereka berdiskusi mengenai jenis cuaca ekstrem yang paling mungkin terjadi di daerahnya serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Kegiatan ini melatih kemampuan observasi, berpikir logis, dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain.
Selain aspek teknis mitigasi, konten YouTube juga digunakan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Video dokumenter tentang upaya relawan, evakuasi korban, dan pemulihan pasca-bencana membantu siswa memahami pentingnya empati dan kerja sama dalam menghadapi krisis. Nilai-nilai ini selaras dengan SDG 16, yang menekankan perdamaian dan solidaritas dalam masyarakat.
Dengan memanfaatkan YouTube sebagai media pembelajaran mitigasi bencana, sekolah dasar mampu menjembatani teori dan praktik secara efektif. Siswa tidak hanya memahami konsep cuaca ekstrem, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan pengetahuan praktis untuk menghadapi situasi darurat. Pendekatan ini memperkuat peran sekolah sebagai ruang aman yang membekali siswa dengan keterampilan hidup yang esensial di tengah tantangan perubahan iklim.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia