Ketergantungan AI dan Ancaman Hilangnya Daya Juang Akademik
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Masuknya AI ke ruang kuliah membawa kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul ancaman ketergantungan. Ketika AI menjadi solusi utama, daya juang akademik berisiko melemah. Proses belajar yang seharusnya menantang menjadi terlalu mudah. Tantangan intelektual digantikan oleh kenyamanan teknologi. Pertanyaan apakah mahasiswa masih benar benar belajar menjadi semakin relevan. AI menghadirkan paradoks antara bantuan dan pelemahan. Ruang kuliah menjadi tempat ujian ketahanan belajar.
Ketergantungan pada AI sering bermula dari kebutuhan praktis. Tekanan waktu dan beban akademik mendorong mahasiswa mencari jalan pintas. AI menawarkan solusi cepat dan efisien. Namun efisiensi yang berlebihan mengurangi kesempatan berpikir. Proses refleksi yang seharusnya terjadi justru terpotong. Ketergantungan ini perlahan mengikis daya juang.
Daya juang akademik terbentuk melalui proses yang tidak selalu nyaman. Kebingungan dan kesulitan adalah bagian dari belajar. AI cenderung menghilangkan fase tersebut. Ketika jawaban selalu tersedia, mahasiswa kehilangan kesempatan untuk berjuang. Tanpa perjuangan, pemahaman menjadi rapuh. Ketergantungan teknologi mempercepat proses, namun mengurangi kedalaman.
Di sisi lain, AI dapat digunakan untuk mendukung daya juang jika dimanfaatkan dengan benar. AI dapat membantu menjelaskan konsep yang sulit. Dengan pemahaman awal yang lebih baik, mahasiswa dapat melanjutkan eksplorasi secara mandiri. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan. AI harus menjadi penopang, bukan penentu.
Ruang kuliah perlu mendorong budaya belajar yang menghargai proses. Diskusi tentang penggunaan AI harus terbuka. Mahasiswa diajak merefleksikan dampak penggunaan teknologi. Kesadaran ini penting untuk mencegah ketergantungan. Tanpa refleksi, AI akan terus mengambil alih peran kognitif.
Aspek etika kembali menjadi landasan. Mahasiswa perlu membangun integritas akademik. Menggunakan AI secara berlebihan bukan hanya soal pelanggaran aturan, tetapi soal kehilangan kesempatan belajar. Daya juang akademik adalah modal utama dalam pendidikan tinggi. Modal ini tidak boleh tergantikan oleh teknologi.
Ketergantungan AI merupakan tantangan serius bagi pembelajaran. Namun ia juga menjadi peluang refleksi. Ruang kuliah di era AI menguji komitmen mahasiswa terhadap proses belajar. Mereka yang mampu menjaga daya juang akan tetap berkembang. AI tidak menghilangkan belajar, tetapi menuntut kesadaran lebih tinggi. Di sanalah kualitas pendidikan diuji.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah