Ketika Anak SD Belajar Menjadi Pencipta, Coding Dasar dan Robotika Mini Bangkitkan Rasa Ingin Tahu dan Kreativitas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pengenalan
Coding Dasar dan Robotika Mini di Sekolah Dasar (SD) menandai momen
krusial ketika anak-anak mulai bertransisi dari peran pasif sebagai konsumen
teknologi menjadi peran aktif sebagai pencipta dan perancang. Pengalaman
pembelajaran ini secara fundamental mengubah mentalitas mereka, menumbuhkan
rasa ingin tahu yang tak terbatas tentang bagaimana dunia digital dan fisik
berinteraksi, serta membangkitkan kreativitas untuk merancang solusi baru.
Dengan diberikan alat untuk menciptakan, siswa menyadari bahwa mereka memiliki
kekuatan untuk membentuk lingkungan mereka sendiri.
Rasa
ingin tahu anak-anak dibangkitkan karena Coding dan Robotika Mini
memberikan mereka akses ke "dapur" teknologi, di mana mereka dapat
mengutak-atik instruksi dan melihat akibatnya secara langsung. Mereka tidak
lagi hanya menerima teknologi apa adanya, tetapi mulai mengajukan pertanyaan
mendasar seperti "Mengapa robot bergerak seperti itu?" atau
"Bagaimana saya bisa membuatnya bergerak lebih cepat?". Rasa ingin
tahu ini, yang didukung oleh kemampuan untuk segera menguji jawaban mereka
melalui kode, memicu proses penemuan diri yang sangat kuat dan berkelanjutan.
Kreativitas
siswa dirangsang secara maksimal karena Coding dan Robotika Mini sering
disajikan sebagai tantangan terbuka (open-ended challenge), di mana
tidak ada batasan baku tentang bagaimana robot harus terlihat atau berfungsi.
Anak-anak didorong untuk merancang robot dengan bentuk yang unik, menulis kode
dengan alur yang orisinal, atau bahkan menggabungkan material tak terduga dalam
kreasi mereka. Kebebasan artistik dan teknis ini melatih mereka untuk berpikir
divergen, menghasilkan solusi yang tidak konvensional dan sangat pribadi. Kreativitas di sini adalah perpaduan unik antara seni
dan logika.
Belajar menjadi pencipta melalui Robotika Mini
mengajarkan siswa bahwa kreativitas harus dibingkai oleh logika dan
keterbatasan sumber daya, yang merupakan pelajaran penting dalam rekayasa
nyata. Mereka harus kreatif dalam memanfaatkan komponen yang tersedia dan logis
dalam menyusun kode agar robot dapat berfungsi secara efisien. Keseimbangan
antara kebebasan kreatif dan batasan teknis ini sangat berharga, karena melatih
mereka untuk berinovasi di bawah kondisi nyata yang seringkali tidak ideal.
Secara keseluruhan, Coding Dasar dan Robotika Mini
adalah kurikulum yang transformatif di SD, berhasil membangkitkan rasa ingin
tahu yang mendalam dan kreativitas yang logis pada anak-anak. Sekolah telah
memberikan alat dan kepercayaan diri kepada siswa untuk menjadi pencipta masa
depan, memastikan bahwa mereka tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi
juga mampu merancang dan mendefinisikan ulang teknologi tersebut untuk
kepentingan yang lebih besar.
Penulis : Indriani Dwi Febrianti