Ketika Desain Jadi Refleksi: Canva Membantu Anak Mengenali Minat dan Gaya Belajar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya—Desain bukan hanya soal visual yang menarik, tetapi juga media refleksi yang dapat membantu anak mengenal diri mereka sendiri. Dengan menggunakan Canva, anak dapat memilih warna, bentuk, dan tema yang sesuai dengan karakter mereka. Pemilihan ini bukan sekadar estetika, tetapi mencerminkan apa yang anak sukai dan bagaimana mereka melihat dunia. Proses ini membantu anak memahami preferensi pribadi. Dengan demikian, Canva dapat menjadi ruang eksplorasi identitas.
Ketika anak membuat desain bebas, mereka belajar mengambil keputusan berdasarkan preferensi mereka sendiri. Proses ini membantu menumbuhkan keberanian dalam mengekspresikan gagasan. Seiring waktu, anak mulai mengenali pola desain yang sering mereka gunakan, seperti minimalis, penuh warna, atau berbentuk ilustrasi. Pola ini dapat menjadi indikator gaya berpikir maupun gaya belajar mereka. Dengan kata lain, desain menjadi cermin proses internal anak.
Selain mengenal diri, Canva juga mengajarkan anak bagaimana menyampaikan informasi sesuai gaya mereka. Anak yang suka struktur mungkin memilih desain tabel, sedangkan yang artistik lebih memilih ilustrasi bebas. Perbedaan ini membantu guru memahami kecenderungan belajar setiap siswa. Dengan demikian, Canva dapat menjadi alat diagnosis nonformal untuk melihat karakter belajar. Pendekatan ini memberi pengalaman belajar yang lebih personal.
Guru dapat melanjutkan refleksi ini dengan kegiatan presentasi singkat. Anak diminta menjelaskan mengapa memilih warna tertentu, mengapa menempatkan elemen di lokasi tertentu, atau apa pesan dari desain tersebut. Proses ini melatih anak untuk berbicara dengan penuh pertimbangan dan tidak hanya asal menjawab. Dengan latihan ini, kemampuan komunikasi visual dan verbal berkembang beriringan. Anak belajar bahwa desain memiliki alasan di balik setiap unsur.
Pada akhirnya, Canva menjadi lebih dari alat desain digital. Ia membantu anak mengenali identitas, pola berpikir, minat, dan gaya belajar mereka sendiri. Anak belajar memahami bahwa kreativitas berasal dari cara pandang yang unik, bukan hanya mengikuti contoh. Proses reflektif seperti ini membentuk kepercayaan diri dalam belajar dan berkarya. Dengan demikian, Canva memperkaya proses pendidikan melalui pengalaman yang bermakna dan personal.