Klik, Terjemah, Belajar! Google Translate untuk Literasi Bahasa Inggris SD
Bayangkan siswa kelas 4 sedang berusaha
menerjemahkan “The cat is under the table.” Ia membuka buku, mengernyitkan
dahi, lalu dengan polos mengetik kalimat itu ke Google Translate. Dalam satu
detik, ia tersenyum puas: Kucing itu berada di bawah meja. Selesai?
Belum tentu.
Google Translate kini menjadi teman belajar bahasa
Inggris yang paling mudah dijangkau. Anak-anak Indonesia mengenal bahasa
Inggris sejak SD, namun keterbatasan kosakata sering menjadi penghambat. Di
sinilah Google Translate hadir sebagai alat bantu literasi awal.
Aplikasi ini membantu siswa memahami arti kata dan mengenali struktur bahasa
asing melalui perbandingan dua bahasa.
Dalam perspektif pendidikan bahasa, penggunaan
teknologi penerjemahan dapat mempercepat pemerolehan kosakata. Siswa
tidak lagi terjebak terlalu lama pada satu kata. Mereka dapat membaca teks
sederhana—dongeng, petunjuk permainan, atau poster kelas internasional—dan
langsung memahami maknanya. Dengan demikian, motivasi belajar meningkat karena
hambatan pemahaman berkurang.
Guru dapat merancang kegiatan yang memanfaatkan
Google Translate secara kreatif. Misalnya:
- Vocabulary
Hunting: Siswa mencari 10 kosakata baru terkait tema
“animals”, menerjemahkan, lalu menggambar atau membuat kartu kata.
- Pronunciation
Check:
Siswa menyalakan audio di Google Translate untuk meniru pelafalan yang
benar.
- Mengecek
Struktur Kalimat: Siswa membandingkan hasil terjemahan dengan
kalimat aslinya untuk menemukan kesalahan dan memperbaikinya bersama.
Jika digunakan dengan strategi yang tepat, Google
Translate membantu pembentukan literasi dwibahasa secara bertahap. Ia memberi
pengalaman bahwa belajar bahasa bisa mudah dan menyenangkan. Anak-anak tidak
hanya membaca dan menulis, tetapi juga mengeksplorasi dunia melalui bahasa
baru.
Di era digital, siswa perlu kemampuan mengakses,
menilai, dan memanfaatkan informasi dari teknologi bahasa. Google Translate
membuka jalan: dari rasa penasaran kecil menuju keberanian untuk memahami teks
global. Satu klik dapat menjadi langkah awal menuju dunia yang lebih luas bagi
para pembelajar SD.
Penulis: Windha Ana Sevia