“Kolaborasi di Kelas SD: Kunci Membangun Percaya Diri dan Kemampuan Bergaul Anak Muda”
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Kolaborasi di kelas sekolah dasar adalah
kunci untuk membangun dasar yang kuat bagi perkembangan anak muda. Ketika
anak-anak belajar bekerja bersama, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan,
tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan bergaul yang akan berguna
seumur hidup. Pendekatan ini membantu mereka memahami bahwa mereka tidak
sendirian dalam menghadapi tantangan dan bahwa bekerja sama dapat menghasilkan
hasil yang lebih baik.
Kepercayaan
diri tumbuh ketika anak-anak merasa bahwa mereka memiliki kontribusi yang
berharga dalam kelompok. Setiap tugas kolaboratif memberi mereka kesempatan
untuk menunjukkan kemampuan diri sendiri, baik dalam hal pemikiran,
kreativitas, atau keterampilan praktis. Ketika teman sebaya menghargai
kontribusi mereka, mereka semakin yakin dengan diri dan lebih berani mencoba
hal-hal baru.
Kemampuan
bergaul juga berkembang melalui kolaborasi. Anak-anak belajar bagaimana
berkomunikasi dengan orang yang berbeda, menyelesaikan konflik dengan damai,
dan membangun kepercayaan satu sama lain. Mereka memahami bahwa bergaul membutuhkan
rasa hormat dan kerjasama, sehingga lebih mampu menghindari perselisihan dan
membangun hubungan yang positif.
Contohnya,
di SD tertentu, guru menyusun aktivitas kelompok di mata pelajaran bahasa
Indonesia, di mana anak-anak harus menulis cerita bersama. Setiap anggota
kelompok menulis bagian cerita yang berbeda, kemudian mereka menggabungkannya
menjadi satu cerita lengkap. Selama proses ini, anak-anak belajar mendengarkan
ide teman, memberikan saran, dan bekerja sama untuk membuat cerita yang menarik.
Hasilnya, mereka tidak hanya membuat cerita yang bagus, tetapi juga merasa
lebih dekat dengan teman sekelas.
Kolaborasi
di kelas SD bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang
membentuk karakter anak. Dengan membangun kepercayaan diri dan kemampuan
bergaul, anak-anak akan lebih siap menghadapi kehidupan di masa depan dan
menjadi anggota masyarakat yang aktif dan produktif. Oleh karena itu, penting
bagi guru dan orang tua untuk mendukung penerapan pendekatan ini di sekolah.
Penulis:
Ailsa Widya Imamatuzzadah