Kolaborasi Guru dan ChatGPT: Meningkatkan Efisiensi Administrasi Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di luar interaksi langsung dengan siswa, salah satu manfaat paling signifikan dari ChatGPT bagi sekolah dasar adalah peningkatan efisiensi administratif dan persiapan mengajar guru. Guru SD sering kali dibebani dengan tugas-tugas non-mengajar yang memakan waktu, mulai dari penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) hingga komunikasi dengan orang tua. ChatGPT menawarkan solusi untuk mengotomatisasi banyak tugas ini.
Dalam hal persiapan materi ajar, ChatGPT dapat mengubah satu konsep inti menjadi berbagai format dalam hitungan menit. Misalnya, guru dapat memberikan RPP dan meminta AI untuk membuatkan handout ringkasan, lima kartu flashcard kosa kata, sepuluh pertanyaan pilihan ganda, dan draft surat pemberitahuan untuk orang tua tentang materi yang akan diajarkan minggu depan. Ini membebaskan waktu guru yang berharga untuk fokus pada kualitas interaksi di kelas.
Untuk komunikasi dengan orang tua, AI dapat membantu menyusun email atau pesan yang jelas, profesional, dan multibahasa jika diperlukan. Guru dapat membuat draft kasar, dan meminta ChatGPT untuk menyempurnakannya agar nadanya lebih ramah, informatif, atau bahkan disesuaikan dengan tingkat pemahaman orang tua yang berbeda. Hal ini memastikan bahwa komunikasi sekolah-rumah menjadi lebih efektif dan konsisten.
Selain itu, ChatGPT dapat menjadi alat bantu dalam analisis dan sintesis data sederhana. Meskipun AI tidak dapat menggantikan sistem penilaian formal, ia dapat membantu guru merangkum feedback dari survei kecil siswa, mengelompokkan jawaban esai siswa berdasarkan tema, atau menghasilkan ringkasan naratif tentang kemajuan kelas berdasarkan catatan guru.
Pemanfaatan AI untuk administrasi bukanlah upaya untuk mengurangi peran guru, melainkan untuk memberdayakan guru. Dengan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas back-office, guru SD dapat mencurahkan lebih banyak energi dan perhatian kepada kebutuhan emosional dan akademis siswa mereka. Kolaborasi ini memastikan bahwa guru dapat kembali ke inti profesi mereka: membentuk masa depan melalui pengajaran yang personal dan bermakna.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo