Kolaborasi Komunitas sebagai Kekuatan Baru Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendidikan dasar tidak dapat berdiri sendiri, terutama dalam situasi bencana seperti yang terjadi di Aceh dan Sumut. Kolaborasi komunitas menjadi kekuatan penting dalam memastikan keberlanjutan pembelajaran. Masyarakat, organisasi pemuda, lembaga keagamaan, dan relawan dapat membantu sekolah menyediakan sumber daya tambahan. Kontribusi mereka mempercepat pemulihan infrastruktur maupun kegiatan belajar. Kehadiran komunitas menciptakan rasa kebersamaan dan harapan bagi anak.
Kolaborasi komunitas juga dapat memperkaya pengalaman belajar siswa. Melalui program gotong royong, kampanye lingkungan, atau kelas inspirasi, anak belajar nilai solidaritas dan tanggung jawab sosial. Interaksi dengan relawan memberi perspektif baru tentang kehidupan dan peran manusia dalam menghadapi tantangan. Kegiatan ini menumbuhkan karakter positif pada siswa sekaligus memperkuat hubungan sekolah dengan masyarakat. Sekolah menjadi pusat komunitas yang hidup.
Dalam konteks kebencanaan, komunitas dapat menyediakan dukungan psikososial yang sangat dibutuhkan siswa dan guru. Pendampingan emosional, kegiatan bermain, atau sesi cerita membantu pemulihan psikologis anak. Relawan terlatih juga dapat memberikan psychological first aid kepada keluarga terdampak. Dukungan kolektif ini membuat sekolah tidak terbebani sendirian. Semakin kuat komunitas, semakin cepat pemulihan dapat berlangsung.
Keterlibatan komunitas juga mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pendidikan. Ketika semua pihak terlibat, penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Komunitas lokal memahami kebutuhan spesifik wilayah masing-masing, sehingga intervensi menjadi lebih relevan. Kolaborasi ini menumbuhkan kepercayaan antara sekolah dan masyarakat. Kepercayaan membuat gerakan pendidikan semakin solid.
Kolaborasi komunitas harus dilihat sebagai pendekatan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat. Ketika hubungan antara sekolah dan masyarakat terjaga, pendidikan dasar memiliki fondasi kuat untuk menghadapi tantangan apapun. Anak belajar bahwa kebersamaan adalah sumber kekuatan utama dalam kehidupan. Pada akhirnya, pendidikan yang melibatkan komunitas adalah pendidikan yang membumi dan memberdayakan. Dengan semangat kolektif ini, masa depan pendidikan dasar Indonesia akan lebih tangguh.
####
Penulis: Aida Meilina