Kurikulum Merdeka Sudah Bagus, Tapi Apa Kabar dengan Kualitas Pemahaman Siswa? Saatnya Deep Learning!
Kurikulum Merdeka telah membawa perubahan positif yang
patut diapresiasi dalam sistem pendidikan Indonesia. Fleksibilitas yang
diberikan membebaskan guru dari belenggu administratif yang selama ini
membebani. Siswa mendapat ruang untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka
dengan lebih leluasa. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan
pengalaman pembelajaran yang bermakna. Secara struktural, kita sudah berada di
jalur yang benar menuju pendidikan yang lebih baik.
Namun, pertanyaan kritis perlu diajukan: apakah siswa
benar-benar memahami apa yang mereka pelajari? Pengamatan di berbagai kelas
menunjukkan bahwa pembelajaran masih sering bersifat superfisial. Siswa bisa
menjawab pertanyaan faktual tetapi kesulitan menjelaskan konsep dengan kata-kata
sendiri. Kemampuan mengaplikasikan pengetahuan ke situasi baru masih terbatas.
Ini mengindikasikan bahwa pemahaman mendalam belum tercapai meski struktur
kurikulum sudah lebih baik.
Masalahnya bukan pada kurikulum tetapi pada
interpretasi dan implementasinya di tingkat kelas. Banyak guru masih
menggunakan metode lama dengan bungkus baru. Pemahaman tentang apa yang
dimaksud dengan "pembelajaran bermakna" masih beragam dan sering
keliru. Tekanan untuk menyelesaikan materi masih ada meski tidak ada ujian
nasional. Akibatnya, potensi Kurikulum Merdeka untuk menghasilkan pemahaman
mendalam tidak terwujud.
Pembelajaran mendalam menawarkan kerangka kerja
konkret untuk mengisi gap antara kurikulum dan praktik. Ini bukan teori baru
tetapi sintesis dari penelitian pembelajaran yang sudah teruji. Fokus pada
pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan transfer pengetahuan.
Strategi-strategi praktis tersedia untuk membantu guru mengimplementasikannya.
Dengan pembelajaran mendalam, Kurikulum Merdeka dapat mencapai tujuan
sejatinya.
Bagaimana kita tahu siswa benar-benar memahami secara
mendalam? Mereka dapat menjelaskan konsep dengan kata-kata sendiri tanpa
menghafal definisi. Mampu memberikan contoh baru yang relevan dengan konsep
yang dipelajari. Bisa mengidentifikasi hubungan antara konsep yang dipelajari
dengan konsep lain. Dapat mengaplikasikan pemahaman untuk menyelesaikan masalah
baru yang belum pernah dihadapi. Mampu mengajarkan atau menjelaskan konsep
kepada orang lain dengan efektif.
Mulailah dengan mengidentifikasi konsep-konsep kunci
yang benar-benar penting untuk dipahami mendalam. Rancang pertanyaan-pertanyaan
yang mendorong siswa berpikir, bukan sekadar mengingat. Berikan waktu yang
cukup untuk eksplorasi dan diskusi mendalam. Gunakan asesmen yang mengungkap
pemahaman, bukan sekadar hafalan. Refleksikan praktik sendiri secara teratur:
apakah pembelajaran sudah mendorong pemahaman mendalam?
Kurikulum Merdeka sudah memberikan fondasi yang kuat,
sekarang saatnya membangun di atasnya. Pembelajaran mendalam adalah langkah logis
berikutnya dalam evolusi pendidikan Indonesia. Jangan menunggu instruksi dari
atas, mulailah dari kelas sendiri. Bergabunglah dengan komunitas guru yang
sudah mempraktikkan pembelajaran mendalam. Bersama-sama, kita dapat memastikan
bahwa siswa Indonesia tidak hanya belajar, tetapi benar-benar memahami.
###
Penulis: Neni Mariana