Memahami Perubahan Cuaca untuk Pendidikan Dasar di Era Media Sosial
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Perubahan cuaca menjadi topik yang ramai
dibicarakan di media sosial setiap kali terjadi fenomena ekstrem. Anak-anak SD
sering ikut menyaksikan konten tersebut dan mempertanyakan apa yang sebenarnya
terjadi. Fenomena viral seperti hujan es atau langit berwarna oranye dapat
menjadi pintu masuk pembelajaran sains. Sekolah perlu memanfaatkan momentum ini
untuk menjelaskan konsep cuaca dengan cara yang menyenangkan. Pembelajaran yang
relevan dengan kehidupan nyata selalu lebih mudah dipahami.
Guru dapat
mengajak siswa mengamati kondisi cuaca harian di lingkungan sekolah. Aktivitas
sederhana seperti mencatat suhu, arah angin, dan intensitas cahaya matahari
membantu anak mengenali pola. Ketika pola ini dihubungkan dengan fenomena
viral, siswa menjadi lebih ingin tahu. Mereka merasa bahwa sains bukan hal yang
jauh dari kehidupan mereka. Pendekatan inkuiri membuat pembelajaran menjadi
bermakna.
Media sosial
yang menampilkan kejadian ekstrem bisa menjadi bahan diskusi kelas. Namun guru
perlu mendampingi agar anak memahami fakta ilmiah, bukan sekadar sensasi.
Dengan membedakan fakta dan opini, anak belajar berpikir kritis. Keterampilan
ini penting di era digital yang penuh informasi. Pendidikan cuaca dapat menjadi
sarana melatih literasi digital sejak dini.
Melalui
pembelajaran yang baik, siswa juga dikenalkan pada dampak perubahan iklim.
Mereka belajar bahwa polusi dan kerusakan lingkungan dapat memengaruhi kondisi
cuaca. Dengan demikian, pendidikan cuaca menjadi gerbang menuju kesadaran
ekologis. Anak-anak memahami bahwa setiap tindakan manusia memiliki dampak
jangka panjang. Kesadaran ini membantu mereka tumbuh menjadi generasi yang
peduli bumi.
Pada akhirnya,
topik cuaca bukan hanya materi pelajaran, tetapi juga isu global. Dengan
mengaitkannya dengan viral di media sosial, pembelajaran menjadi lebih aktual
dan menarik. Anak-anak akan lebih mudah memahami konsep sains melalui peristiwa
nyata. Guru dapat memanfaatkan momentum ini untuk membangun literasi ilmiah
pada siswa. Pendidikan dasar yang kuat akan membekali mereka menghadapi
tantangan masa depan.
####
Penulis: Aida
Meilina