Membaca Lingkungan Lewat Lensa AI ChatGPT dan Keterampilan Observasi Siswa SD
Lingkungan sekitar sebenarnya adalah ruang belajar yang penuh informasi dan pengetahuan. Sayangnya, tidak semua siswa mampu mengamati dengan teliti dan memahami apa yang mereka lihat. ChatGPT dapat menjadi pendamping digital yang membantu anak mengolah pengamatan sederhana menjadi pengetahuan bermakna. Ketika siswa menemukan batu, daun, atau hewan kecil, mereka dapat bertanya kepada ChatGPT tentang fungsinya atau hubungannya dengan ekosistem. Dengan cara ini, observasi berubah dari kegiatan pasif menjadi dialog aktif.
Kegiatan membaca lingkungan melalui ChatGPT juga dapat menstimulasi rasa ingin tahu siswa. Setiap pertanyaan yang diajukan membuka pintu informasi baru yang belum pernah mereka pikirkan sebelumnya. Guru dapat memandu proses ini dengan memberikan tugas observasi terarah seperti “Apa yang kamu lihat di halaman sekolah pada pagi hari?”. Setelah itu, siswa diminta menyampaikan temuannya melalui percakapan dengan ChatGPT. Pendekatan ini menumbuhkan kemampuan berpikir kritis.
Selain mengembangkan kemampuan kognitif, kegiatan ini membangun kedekatan siswa dengan lingkungan. Mereka bukan hanya melihat tetapi memahami bahwa setiap elemen alam memiliki peran yang saling berkaitan. Siswa belajar bahwa rumput bukan hanya hijau, tetapi tempat hidup serangga dan sumber oksigen. Kesadaran ini penting untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak kecil. Pembelajaran seperti ini memperkuat nilai keberlanjutan.
ChatGPT juga memberi kesempatan siswa merangkai kalimat dan pertanyaan yang lebih terstruktur. Dengan latihan bertahap, siswa belajar membedakan pertanyaan umum dan pertanyaan detail. Misalnya, dari “Kenapa kupu-kupu terbang?” menjadi “Apa fungsi sayap kupu-kupu dalam proses bertahan hidup?”. Perubahan pola ini menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dan pemahaman konsep. Bahasa menjadi alat berpikir, bukan sekadar alat bertanya.
Membaca lingkungan melalui ChatGPT bukan sekadar proses belajar berbasis teknologi. Ini adalah cara menghubungkan dunia nyata dengan pengetahuan digital secara harmonis. Ketika siswa dapat mengolah apa yang mereka lihat menjadi pemahaman, proses belajar berlangsung lebih mendalam. ChatGPT menjadi jembatan antara observasi dan pengetahuan ilmiah. Dan dari sanalah, kecerdasan alam dan digital bertemu. Penulis: Della Octavia Citra Lestari