Membangun Ekonomi Masa Depan: Visi di Balik Bahasa Inggris Wajib di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pemerintah
secara tegas menyatakan bahwa kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD adalah
bagian dari cetak biru pembangunan ekonomi jangka panjang menuju Indonesia Emas
2045. Dalam persaingan ekonomi global yang didominasi teknologi, penguasaan
bahasa internasional menjadi syarat mutlak bagi tenaga kerja masa depan untuk
bersaing. Investasi di tingkat dasar ini diharapkan mampu mengurangi
ketergantungan pada tenaga kerja asing di sektor strategis dan meningkatkan
posisi tawar Indonesia.
Analisis ekonomi
menunjukkan negara dengan kemampuan bahasa asing yang baik cenderung memiliki
pertumbuhan investasi asing yang lebih stabil. Dengan membekali siswa SD sejak
dini, pemerintah sedang menanam benih "diplomat ekonomi" yang mampu
membawa produk lokal ke pasar global tanpa kendala komunikasi. Ini adalah
langkah preventif untuk menghindari "perangkap pendapatan menengah"
melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia secara fundamental dan
berkelanjutan.
Sektor pariwisata dan
industri kreatif juga akan mendapatkan manfaat besar dari kebijakan penguasaan
bahasa internasional ini. Generasi muda yang fasih akan mampu mempromosikan
kekayaan budaya dan destinasi wisata nusantara secara lebih efektif di platform
digital dunia. Literasi global di sekolah dasar akan menciptakan ekosistem
masyarakat yang lebih terbuka dan adaptif terhadap perubahan tren industri di
kancah internasional.
Namun, visi ekonomi ini
harus dibarengi dengan pemerataan fasilitas agar tidak hanya menguntungkan
segelintir anak di perkotaan saja. Jika akses bahasa berkualitas hanya
dinikmati kalangan elit, maka kesenjangan ekonomi di masa depan justru akan
semakin lebar akibat disparitas kompetensi. Kebijakan ini harus menjadi alat
mobilitas sosial bagi siswa dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan akses
ke peluang kerja internasional yang setara.
Oleh karena itu, Bahasa
Inggris wajib di SD bukan sekadar urusan guru dan murid, melainkan isu strategi
ekonomi nasional. Keberhasilannya akan menentukan apakah generasi mendatang
akan menjadi penonton atau pemain kunci dalam panggung ekonomi dunia.
Pendidikan bahasa di tingkat dasar adalah investasi jangka panjang yang
hasilnya mungkin baru terlihat belasan tahun lagi, namun pondasinya harus
dibangun dengan serius hari ini.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah