Membangun Growth Mindset Murid melalui Fenomena Cuaca sebagai Media Pembelajaran Kontekstual
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Growth mindset merupakan keyakinan bahwa kemampuan belajar dapat berkembang melalui latihan, strategi yang tepat, dan ketekunan. Anak sekolah dasar perlu memahami bahwa kesalahan bukan kegagalan, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang penting. Guru memegang peran sentral dalam membentuk iklim kelas yang mendorong eksplorasi, bukan rasa takut salah. Ketika iklim kelas berbasis perkembangan terbentuk, anak lebih berani menghadapi tantangan.
Fenomena cuaca dapat dijadikan media pembelajaran kontekstual yang menguatkan growth mindset. Cuaca berubah-ubah dan dapat diamati langsung, sehingga anak belajar bahwa pemahaman mereka berkembang dari waktu ke waktu melalui pengamatan berkelanjutan. Guru dapat mengajak anak mencatat pola cuaca, memprediksi perubahan, lalu membandingkan hasil prediksi dengan kenyataan. Proses ini menegaskan bahwa kemampuan bukan hasil instan tetapi dibangun melalui pengalaman.
Melalui pendekatan ini, anak belajar bahwa belajar adalah proses berulang yang melibatkan kesalahan dan refleksi. Ketika prediksi mereka tidak sesuai kenyataan, guru dapat mengajak anak meninjau kembali cara mereka menganalisis. Diskusi ini mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan menumbuhkan productive struggle, yaitu kemampuan menghadapi tantangan secara positif. Semua ini memperkuat fondasi growth mindset.
Pembelajaran berbasis cuaca juga memberi kesempatan membangun metakognisi, yaitu kesadaran anak terhadap cara mereka berpikir. Dengan mencatat apa yang berhasil dan tidak berhasil, anak dapat mengembangkan strategi baru. Pendekatan ini memupuk pola pikir bahwa meningkatkan kemampuan membutuhkan evaluasi diri yang konsisten. Guru berperan sebagai fasilitator yang memandu diskusi reflektif.
Pada akhirnya, cuaca sebagai media pembelajaran bukan hanya tentang memahami fenomena alam, tetapi tentang menanamkan sikap belajar yang tahan uji. Ketika anak melihat pola dan perkembangan dari waktu ke waktu, mereka memahami bahwa belajar adalah proses, bukan hasil final. Pendekatan kontekstual ini menjadikan growth mindset lebih mudah dipahami dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari