MEMBIMBING SISWA MENEMUKAN POTENSINYA
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Setiap anak memiliki potensi yang unik, baik dalam bentuk minat,
bakat, maupun cara berpikir dan belajar. Namun, potensi tersebut tidak selalu
tampak dengan jelas di permukaan. Di sinilah peran penting pendidik sebagai
pembimbing: bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu anak
mengenali kekuatan dan ketertarikan mereka sejak dini. Penemuan potensi
bukanlah proses instan, melainkan perjalanan bertahap yang membutuhkan
pengamatan, pendampingan, dan kepekaan terhadap kebutuhan serta respons anak
dalam proses pembelajaran.
Sayangnya,
dalam praktiknya, banyak siswa yang merasa “biasa-biasa saja” karena
pembelajaran terlalu terpusat pada capaian akademik semata. Anak yang berbakat
dalam seni, olahraga, komunikasi, atau kepemimpinan sering kali tidak
mendapatkan ruang untuk berkembang. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang
beragam seperti proyek tematik, kegiatan ekstrakurikuler, asesmen diagnostik
minat, hingga pembelajaran berbasis pengalaman perlu diterapkan. Guru pun harus
memiliki keterampilan observasi dan refleksi yang kuat untuk menangkap sinyal
kecil dari ketertarikan anak, serta mampu memberikan stimulus yang tepat agar potensi
tersebut tumbuh.
Menemukan
potensi siswa bukan hanya memberikan kesempatan mereka untuk bersinar, tetapi
juga membangun kepercayaan diri dan motivasi belajar jangka panjang. Ketika
siswa merasa bahwa kekuatannya dihargai, mereka akan lebih antusias, berani
bereksplorasi, dan memiliki arah hidup yang lebih jelas. Sebagai pendidik,
tugas kita adalah memastikan setiap anak merasa “berharga” dan memiliki tempat
untuk tumbuh sesuai jati dirinya. Karena pada akhirnya, pendidikan yang
bermakna bukan hanya meluluskan siswa yang pandai, tetapi juga membantu mereka
mengenali siapa dirinya dan ke mana langkahnya menuju.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi:
Freepik