Menatap Masa Depan: Membangun Kembali Pendidikan Nasional dari Ruang Kelas SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Meskipun nilai TKA saat ini menunjukkan tren yang memprihatinkan, momentum ini dapat dijadikan sebagai titik nol untuk melakukan perombakan total pada sistem pendidikan nasional kita. Kita membutuhkan sinergi yang jujur antara perguruan tinggi dalam mencetak calon guru SD yang visioner serta kebijakan pemerintah yang berorientasi sepenuhnya pada kualitas, bukan sekadar kuantitas kelulusan. Membangun kembali pendidikan nasional bukan dimulai dari upaya mencetak universitas kelas dunia secara instan, melainkan dengan memastikan setiap anak di kelas satu SD mendapatkan pengajaran terbaik. Pendidikan dasar adalah titik episentrum dari segala perubahan kualitas yang kita harapkan di masa depan nanti.
Strategi pembangunan pendidikan harus beralih ke pendekatan "dasar terlebih dahulu" (foundational first), di mana setiap sumber daya difokuskan untuk menjamin ketuntasan belajar di tingkat SD secara merata. Dengan dasar literasi dan numerasi yang kuat, siswa akan memiliki mesin belajar mandiri yang akan memudahkan mereka menyerap ilmu pengetahuan apa pun di jenjang selanjutnya. Reformasi ini memerlukan kesabaran politik dan visi jangka panjang karena hasilnya mungkin baru akan terlihat satu dekade mendatang, namun inilah jalan yang paling benar. Kita harus berani berinvestasi pada proses yang panjang dan melelahkan demi hasil yang abadi, berkualitas tinggi, dan membanggakan bagi bangsa.
Penggunaan data riset kognitif terbaru dalam merancang pembelajaran di SD harus menjadi standar baru bagi setiap sekolah di seluruh pelosok Indonesia tanpa kecuali. Kita tidak bisa lagi menggunakan metode pengajaran abad ke-19 untuk menyiapkan anak-anak menghadapi tantangan abad ke-21 yang sangat kompleks dan penuh disrupsi teknologi. Setiap ruang kelas SD harus menjadi laboratorium inovasi di mana guru dan siswa berinteraksi secara aktif untuk membedah masalah melalui logika dan data yang valid. Masa depan mutu pendidikan kita tidak ditentukan oleh kebijakan di kantor kementerian, melainkan oleh apa yang terjadi di papan tulis setiap sekolah dasar di seluruh Indonesia.
Kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dan komunitas lokal juga diperlukan untuk memperkaya pengalaman literasi dan numerasi siswa melalui program-program yang nyata dan inspiratif. Anak-anak SD perlu melihat bahwa apa yang mereka pelajari di kelas memiliki kaitan langsung dengan kemajuan teknologi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar mereka. Hal ini akan menumbuhkan motivasi belajar intrinsik yang kuat, sehingga mereka tidak belajar hanya demi nilai ujian, tetapi demi masa depan mereka sendiri. Ekosistem pendidikan yang terbuka dan kolaboratif akan memperkuat posisi SD sebagai jantung dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif secara global.
Selain itu, perlu ada mekanisme akuntabilitas yang transparan di tingkat pendidikan dasar yang memungkinkan publik untuk memantau kemajuan mutu sekolah secara berkala dan jujur. Sekolah-sekolah yang mampu meningkatkan kualitas literasi dan numerasi siswanya secara signifikan harus diberikan penghargaan dan dijadikan model bagi sekolah lainnya di wilayah tersebut. Kompetisi yang sehat antar-sekolah dalam hal peningkatan mutu akademik akan menciptakan dinamika positif bagi perbaikan sistem pendidikan secara keseluruhan di tingkat daerah maupun nasional. Kita harus menciptakan budaya di mana prestasi intelektual di tingkat dasar dirayakan secara luas dan bangga sebagai pencapaian nasional yang sangat penting.
Sebagai penutup, membangun kembali pendidikan dari ruang kelas SD adalah tindakan kepahlawanan intelektual yang sangat dibutuhkan Indonesia saat ini untuk keluar dari jebloknya standar akademik. Kita memiliki potensi besar, namun potensi itu hanya akan menjadi nyata jika fondasi pendidikan kita dikelola dengan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap masa depan anak bangsa. Mari kita tutup lembaran kegagalan masa lalu dan mulai menulis sejarah baru kemajuan pendidikan nasional dari bangku-bangku sekolah dasar kita masing-masing. Dengan dasar yang kuat, Indonesia akan terbang tinggi menggapai impian menjadi bangsa yang besar, cerdas, literat, dan dihormati oleh seluruh dunia.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah