Menatap Masa Depan: Membangun Kurikulum SD Berbasis Kedaulatan Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di penghujung
tahun ajaran ini, refleksi mendalam mengenai masa depan pendidikan dasar kita
menunjuk pada satu kesimpulan: kedaulatan digital siswa hanya bisa dicapai
melalui perbaikan kurikulum yang fundamental. Menyalahkan algoritma sebagai
penyebab rendahnya literasi digital anak SD adalah sikap yang tidak dewasa dan
mengabaikan fakta bahwa sistem pendidikan kitalah yang membiarkan mereka tanpa
perlindungan. Membangun kurikulum yang kokoh adalah satu-satunya cara untuk
menjamin bahwa generasi mendatang tidak hanya menjadi "buruh
digital", tetapi menjadi pemimpin yang bijak di era teknologi.
Kurikulum masa depan
harus didasarkan pada prinsip pemberdayaan, di mana literasi digital tidak
hanya dipandang sebagai alat bantu belajar, melainkan sebagai kompetensi
berpikir. Anak SD harus diajarkan tentang logika di balik algoritma, agar
mereka memahami mengapa informasi tertentu muncul di layar mereka. Dengan
memahami mekanisme tersebut, siswa akan memiliki kendali atas konsumsi digital
mereka sendiri dan tidak lagi menjadi pion dari algoritma pihak ketiga.
Evaluasi pendidikan
nasional harus memasukkan indikator literasi digital sebagai salah satu standar
kualitas sekolah. Hal ini akan memaksa seluruh elemen pendidikan untuk bergerak
secara simultan dalam memperbaiki infrastruktur, kompetensi guru, dan materi
ajar. Keadilan digital harus dirasakan oleh seluruh siswa SD, baik di kota
besar maupun di daerah terpencil, melalui kurikulum yang inklusif dan merata.
Pada akhirnya, literasi
digital adalah bentuk literasi dasar baru yang setara dengan kemerdekaan
berpikir. Kegagalan kurikulum dalam hal ini adalah kegagalan negara dalam
melindungi warganya dari manipulasi informasi. Kita memiliki kesempatan untuk
memperbaiki ini sekarang sebelum jurang literasi digital menjadi semakin tidak
terkendali.
Saatnya kita berhenti
mengeluhkan teknologi dan mulai mengevaluasi diri. Pendidikan adalah benteng
terakhir peradaban manusia; pastikan kurikulum kita cukup kuat untuk menjaga
martabat manusia di tengah kepungan algoritma. Masa depan Indonesia Emas 2045 bermula
dari seberapa literat digital siswa SD kita hari ini.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah