Mendorong Interaksi dan Permainan Tradisional melalui Hari Tanpa Gadget di Lingkungan Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Program Hari Tanpa Gadget diterapkan sebagai upaya membangun kembali
kebiasaan berinteraksi langsung antar siswa di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan ini mendorong siswa untuk melepaskan perangkat digital mereka selama
satu hari dan menggantinya dengan aktivitas sosial yang lebih bermakna. Dalam
pelaksanaannya, siswa diajak bermain permainan tradisional seperti engklek,
gobak sodor, dan congklak. Aktivitas ini tidak hanya memunculkan suasana
belajar yang menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama, sportivitas, dan
keterampilan berkomunikasi antar siswa. Guru berperan sebagai fasilitator yang
mendampingi dan mengarahkan kegiatan sehingga tetap kondusif dan inklusif bagi
semua siswa.
Penerapan
Hari Tanpa Gadget memberikan dampak positif yang terlihat dari peningkatan
antusiasme siswa ketika berinteraksi satu sama lain. Anak-anak menjadi lebih
fokus pada lingkungan sekitar dan belajar memahami pentingnya hubungan sosial
yang sehat. Selain itu, permainan tradisional yang diperkenalkan turut
memperkaya pengetahuan siswa tentang warisan budaya yang mulai jarang ditemui
dalam aktivitas sehari-hari. Melalui kegiatan ini, sekolah menegaskan bahwa
perkembangan teknologi memang penting, namun keseimbangan antara dunia digital
dan sosial tetap perlu dijaga untuk mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono