Mengaitkan Disiplin dengan Pembentukan Identitas Positif Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Dalam perjalanan tumbuh kembang anak pembentukan identitas diri menjadi proses yang sangat penting untuk menentukan arah hidupnya kelak. Tahun baru menghadirkan kesempatan berharga untuk memperkuat citra diri positif yang diiringi dengan sikap disiplin. Ketika anak terbiasa tertib dan bertanggung jawab mereka mulai melihat diri sebagai pribadi yang mampu dipercaya. Gambaran diri yang positif ini akan mempengaruhi setiap pilihan dan tindakan yang dilakukan. Identitas yang sehat membuat anak lebih mantap dalam melangkah. Dari sinilah lahir kepribadian yang stabil. Stabilitas ini menjadi fondasi kuat dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan.
Identitas positif berkembang seiring dengan pengalaman keberhasilan menjalankan kewajiban. Setiap tugas yang diselesaikan dengan baik melahirkan rasa bangga yang wajar dan konstruktif. Rasa bangga ini menumbuhkan keyakinan bahwa mereka mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Keyakinan tersebut membuat anak terdorong untuk mempertahankan perilaku baik. Dengan cara ini disiplin tidak lagi dirasakan sebagai paksaan melainkan bagian dari harga diri. Anak ingin menjaga reputasi positif yang telah dibangunnya. Reputasi ini menjadi penguat identitas moral mereka.
Pembentukan identitas yang positif juga dipengaruhi oleh cara lingkungan menghargai usaha anak. Penghargaan yang tulus atas proses bukan hanya hasil akan membantu anak merasa diterima dan dihargai. Ketika perasaan diterima semakin kuat keyakinan diri pun tumbuh lebih stabil. Anak menjadi lebih berani untuk terus disiplin karena melihat nilai dari setiap usaha yang dilakukan. Lingkungan yang suportif seperti ini membentuk hubungan emosional yang sehat. Dari sinilah lahir kepribadian yang kuat dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi modal penting bagi perkembangan jangka panjang.
Tahun baru menjadi titik awal yang tepat untuk memperkuat kembali proses pembentukan identitas positif tersebut. Anak diajak memahami bahwa menjadi pribadi yang disiplin adalah suatu kebanggaan bukan sekadar kewajiban. Mereka melihat bahwa tanggung jawab membawa manfaat nyata bagi kehidupan. Dengan kesadaran ini anak akan lebih konsisten menjaga perilaku. Konsistensi inilah yang akan membentuk identitas kuat dan berkarakter. Identitas tersebut akan menjadi panduan dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Pada akhirnya mengaitkan disiplin dengan pembentukan identitas positif bukan hanya membentuk kebiasaan tetapi juga membangun jati diri. Anak tumbuh dengan kepercayaan diri yang sehat rasa tanggung jawab yang kuat dan kemampuan berpikir matang. Jika proses ini dijaga secara berkelanjutan maka generasi yang lahir adalah generasi yang siap menghadapi tantangan dengan keyakinan dan integritas. Tahun baru bukan hanya penanda waktu tetapi pintu pembentukan diri yang lebih bermakna bagi perkembangan anak.
Penulis Resinta Aini Zakiyah