Mengatasi Keterbatasan Visual Ruang Kelas: Canva Menciptakan Poster Pembelajaran Seketika
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Salah satu tantangan di banyak sekolah dasar adalah keterbatasan sumber daya visual fisik di ruang kelas. Poster yang sudah usang, peta yang robek, atau display yang monoton sering kali gagal menarik perhatian siswa. Canva hadir sebagai solusi instan dan dinamis untuk menciptakan media pembelajaran visual berkualitas tinggi yang dapat diperbarui atau dicetak kapan saja.
Dengan Canva, guru dapat dengan cepat menciptakan visual aid yang spesifik untuk topik yang sedang diajarkan hari itu. Jika pelajaran hari ini adalah tentang jenis-jenis awan, guru dapat membuat enam poster singkat tentang "Awan Kumulus," "Awan Sirrus," dan lainnya dalam waktu kurang dari setengah jam, lengkap dengan gambar yang jelas dan warna yang cerah. Fleksibilitas ini membuat guru tidak lagi terikat pada materi visual yang sudah ada atau harus menunggu proses pencetakan yang lama.
Canva juga memungkinkan guru untuk memprioritaskan aksesibilitas visual. Guru dapat menggunakan fitur desain untuk memastikan font yang digunakan cukup besar dan mudah dibaca oleh siswa dengan kebutuhan penglihatan tertentu, atau menggunakan skema warna yang kontras tinggi. Ini adalah langkah menuju pembelajaran inklusif, memastikan bahwa materi visual yang disajikan dapat diakses dan bermanfaat bagi semua siswa di kelas, terlepas dari kondisi mereka.
Selain membuat materi cetak, Canva juga menghidupkan display digital di kelas. Jika sekolah memiliki proyektor atau smart board, guru dapat menggunakan presentasi Canva yang dinamis, lengkap dengan animasi dan transisi yang menarik. Hal ini menjaga perhatian siswa SD yang cenderung mudah teralihkan dan memungkinkan guru untuk memecah informasi kompleks menjadi bagian-bagian yang mudah dicerna secara visual.
Singkatnya, Canva telah menjadi perpanjangan tangan kreatif guru SD. Ini memberikan kemampuan untuk mengubah ide-ide instruksional menjadi visual yang menarik tanpa memerlukan keahlian desain profesional. Hasilnya adalah lingkungan belajar di SD yang lebih kaya secara visual, lebih responsif terhadap kurikulum, dan pada akhirnya, lebih efektif dalam menarik perhatian dan memori visual siswa.
Penulis : Reynaldo Hari Prastiyo