Mengenalkan Cuaca sebagai Rutinitas Pembuka Kelas Setiap Pagi
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembahasan cuaca dilakukan di awal pembelajaran pagi ini. Guru
mengajak siswa mengamati ramalan cuaca esok. Kegiatan ini membantu siswa
mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari hari.
Dalam
kegiatan tersebut, siswa diminta menyebutkan kondisi cuaca yang muncul dari
berbagai sumber. Mereka kemudian mencatat kemungkinan hujan, suhu udara, serta
arah angin yang relevan. Guru membantu menjelaskan istilah sederhana agar siswa
mudah memahami makna perkiraan cuaca yang mereka baca.
Setiap
pagi, kegiatan pembuka ini dilakukan selama beberapa menit sebelum pelajaran
inti dimulai. Siswa bergantian menjadi pemimpin pembacaan cuaca sehingga semua
memiliki kesempatan berbicara dan berlatih percaya diri. Pembahasan singkat ini
menciptakan suasana kelas yang aktif dan komunikatif sejak awal.
Data
yang diamati siswa bukan hanya berupa tulisan, tetapi juga gambar dan ikon
cuaca. Beberapa siswa menggunakan aplikasi prakiraan cuaca, sementara yang lain
mengamati langit secara langsung dari halaman. Cara beragam ini membuat
pembelajaran terasa nyata dan dekat dengan pengalaman harian mereka.
Guru
menjelaskan bahwa memahami cuaca membantu siswa menyiapkan aktivitas yang tepat
setiap hari. Misalnya membawa jas hujan ketika kemungkinan hujan tinggi atau
menghindari bermain terlalu lama di luar saat cuaca sangat panas. Pembiasaan
ini melatih siswa berpikir reflektif dan bertanggung jawab terhadap dirinya.
Selain
aspek pengetahuan, kegiatan ini juga melatih keterampilan komunikasi siswa.
Mereka belajar menyampaikan informasi secara runtut, mendengarkan penjelasan
teman, dan menanggapi dengan sopan. Hal ini memberi pengalaman langsung
mengenai cara berbicara di depan kelompok.
Rutinitas
sederhana ini ternyata memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran
lingkungan dan kebiasaan berpikir terencana. Siswa menjadi lebih perhatian
terhadap kondisi alam yang selalu berubah, serta lebih siap menghadapi berbagai
kegiatan sepanjang hari tanpa tergesa gesa.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono