Mengenalkan Perubahan Iklim pada Anak SD Lewat Cerita Cuaca Sehari-Hari
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan iklim sering dianggap topik yang terlalu rumit untuk anak usia sekolah dasar. Namun, fenomena ini sebenarnya dapat diperkenalkan melalui pengalaman cuaca sehari-hari. Anak mengenal panas terik, hujan deras, dan angin kencang sebagai bagian dari rutinitas. Guru dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk membuka percakapan tentang bumi dan lingkungannya. Dengan pendekatan sederhana, konsep sulit menjadi lebih mudah dipahami.
Cerita tentang cuaca dapat membantu anak memahami hubungan antara alam dan kehidupan manusia. Misalnya, hujan yang terlalu deras dapat menyebabkan banjir, sementara panas ekstrem memengaruhi kesehatan. Anak diajak mengamati perubahan kecil di sekitar mereka. Dari sini, mereka mulai menyadari bahwa lingkungan sedang mengalami perubahan. Kesadaran ini menjadi dasar kepedulian terhadap bumi.
Aktivitas kreatif seperti menggambar awan, membuat jurnal cuaca, atau membuat peta cuaca sederhana dapat memperkuat pemahaman anak. Mereka belajar mencatat dan menghubungkan informasi. Guru dapat mengajak anak mendiskusikan perbedaan antara cuaca dan iklim. Dengan cara ini, anak memahami bahwa perubahan iklim adalah fenomena jangka panjang. Pengetahuan ini menjadi pondasi penting bagi literasi lingkungan mereka.
Selain pengamatan, guru dapat mengajak anak berdiskusi tentang langkah kecil menjaga lingkungan. Anak belajar bahwa mematikan lampu, mengurangi sampah plastik, atau menanam pohon dapat membantu bumi. Aktivitas ini melatih rasa tanggung jawab dan empati terhadap lingkungan. Dari kebiasaan kecil, tumbuh kepedulian besar. Pendidikan lingkungan pun menjadi pengalaman nyata, bukan sekadar teori.
Dengan pendekatan yang membumi dan dekat dengan kehidupan anak, perubahan iklim dapat dikenalkan tanpa menimbulkan ketakutan. Anak memahami bahwa mereka memiliki peran dalam menjaga bumi. Pembelajaran ini membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan peduli pada masa depan. Dari cerita tentang cuaca, tumbuhlah semangat menjaga planet yang kita tinggali bersama.
###
Penulis: Arumita Wulan Sari