Menguatkan Disiplin Emosional sebagai Dasar Perilaku Bertanggung Jawab
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Pembicaraan mengenai disiplin sering kali terfokus pada aturan dan kebiasaan lahiriah padahal ada aspek lain yang tidak kalah penting yaitu disiplin emosional. Memasuki tahun baru anak perlu diperkenalkan pada kemampuan mengendalikan emosi agar tindakan yang dilakukan lebih terarah. Disiplin emosional membantu anak menahan dorongan negatif dan memilih respons yang lebih bijak. Kemampuan ini penting karena banyak keputusan diambil dalam situasi yang melibatkan perasaan. Anak yang mampu mengendalikan emosinya akan lebih mudah mematuhi nilai nilai yang diajarkan. Dari sinilah tumbuh kepribadian yang stabil. Stabilitas ini menjadi pondasi perilaku bertanggung jawab.
Disiplin emosional dapat dilatih melalui pembiasaan mengenali perasaan sendiri. Anak diajak memahami apa yang mereka rasakan dan mengapa perasaan itu muncul. Dengan kesadaran tersebut mereka dapat menenangkan diri sebelum bertindak. Pembiasaan seperti ini membantu anak mengurangi perilaku impulsif. Ketika tindakan dapat dikendalikan maka tanggung jawab lebih mudah diwujudkan. Anak belajar bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi. Kesadaran ini menumbuhkan sikap hati hati yang positif dalam bertindak.
Kemampuan mengelola emosi juga berpengaruh pada hubungan sosial anak. Anak yang stabil secara emosional cenderung lebih mudah bekerja sama dan menghargai orang lain. Mereka tidak mudah terprovokasi oleh situasi yang menekan. Hubungan sosial yang baik memberikan pengalaman emosional yang sehat. Dari pengalaman inilah tumbuh rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan. Dengan demikian disiplin emosional tidak hanya membentuk individu yang tenang tetapi juga pribadi yang mampu menjaga keseimbangan relasi. Hal ini sangat penting bagi masa depan mereka.
Tahun baru menjadi momen yang tepat untuk memperkuat latihan pengendalian emosi. Lingkungan yang mendukung dengan sikap empatik dan penuh pengertian akan membantu anak merasa aman selama proses belajar. Ketika anak merasa diterima mereka akan lebih mudah mengembangkan kedewasaan emosional. Dengan pendampingan yang tepat disiplin emosional akan tertanam kuat. Pada akhirnya terbentuklah karakter yang tidak hanya disiplin dalam tindakan tetapi juga matang secara emosional. Inilah bekal penting dalam membangun generasi yang bertanggung jawab di masa mendatang
Penulis: Resinta Aini Zakiyah