Menguatkan Keterampilan Literasi melalui Pembelajaran Terstruktur di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Literasi menjadi kompetensi dasar yang perlu dikembangkan sejak dini. Pendidikan dasar berperan penting dalam penguatan literasi siswa. Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis. Pemahaman dan pengolahan informasi juga menjadi bagian literasi. Pembelajaran perlu dirancang secara terstruktur.
Pembelajaran terstruktur membantu siswa memahami informasi secara sistematis. Guru menyusun materi secara runtut dan bertahap. Siswa belajar mengaitkan informasi satu dengan lainnya. Proses ini melatih kemampuan memahami teks dan konteks. Literasi berkembang melalui pembelajaran yang terarah.
Dalam pembelajaran IPAS, literasi dikembangkan melalui aktivitas membaca dan diskusi. Siswa membaca informasi sederhana tentang fenomena alam. Guru membimbing siswa memahami isi bacaan. Diskusi memperkuat pemahaman konsep. Literasi sains dan bahasa berkembang bersamaan.
Struktur pembelajaran yang jelas membantu siswa fokus pada tujuan belajar. Guru memberikan arahan yang mudah dipahami. Setiap kegiatan memiliki peran dalam pembelajaran. Refleksi membantu siswa menyadari proses belajar. Pembelajaran menjadi bermakna.
Penguatan literasi mendukung keberhasilan belajar jangka panjang. Pendidikan dasar menjadi fondasi literasi siswa. Guru berperan sebagai pembimbing literasi. Pembelajaran IPAS menjadi konteks yang relevan. Literasi berkembang secara berkelanjutan.
Penulis: Aida Meilina