Mengubah Hoaks Menjadi Pelajaran: Google Translate dan Analisis Kritis Berita Lintas Bahasa
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era banjir informasi digital, kemampuan memilah fakta dan opini menjadi keterampilan dasar yang harus ditanamkan sejak pendidikan dasar, sejalan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Salah satu pendekatan inovatif yang dapat diterapkan di sekolah dasar adalah pembelajaran analisis berita lintas bahasa dengan memanfaatkan Google Translate. Melalui kegiatan ini, siswa dikenalkan pada cara kerja media global sekaligus diajak memahami bahwa informasi dapat disajikan dengan sudut pandang yang berbeda-beda.
Guru memulai pembelajaran dengan menyediakan beberapa artikel berita dari media asing yang membahas topik serupa, seperti isu lingkungan, kemanusiaan, atau pendidikan. Siswa kemudian menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan berita tersebut ke dalam bahasa Indonesia. Tahap ini bukan bertujuan menghasilkan terjemahan sempurna, melainkan sebagai pintu masuk untuk memahami isi berita secara umum. Dengan cara ini, siswa belajar bahwa teknologi terjemahan dapat membantu akses informasi, namun tetap memerlukan pemahaman kritis dari pembacanya.
Tahap selanjutnya adalah analisis perbandingan hasil terjemahan. Siswa diajak mengamati perbedaan pemilihan kata, penekanan informasi, serta sudut pandang yang digunakan masing-masing media. Guru memfasilitasi diskusi dengan pertanyaan pemantik, seperti alasan perbedaan narasi atau kemungkinan kepentingan di balik suatu pemberitaan. Aktivitas ini melatih siswa untuk tidak menerima informasi secara mentah, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan potensi bias dalam media massa.
Selain meningkatkan kemampuan berpikir kritis, proyek ini juga memperkuat pembelajaran bahasa asing. Siswa menjadi lebih termotivasi untuk memahami kosakata dan struktur kalimat bahasa asing karena mereka melihat langsung keterbatasan terjemahan mesin. Google Translate tidak lagi dipahami sebagai jalan pintas, melainkan sebagai alat bantu yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab dalam proses belajar.
Secara keseluruhan, integrasi Google Translate dalam pembelajaran analisis berita memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Siswa SD dibekali kemampuan literasi informasi, kesadaran global, serta sikap kritis terhadap arus informasi digital. Dengan bekal ini, mereka diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang cerdas, adil, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi di masyarakat.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia