Mengukur Keberhasilan GNN: Sistem Evaluasi Baru Berstandar Global
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Kehadiran Gerakan Numerasi Nasional (GNN) 2026 membawa perubahan radikal dalam cara pemerintah mengukur keberhasilan pendidikan di tingkat dasar. Tidak lagi menggunakan pola ujian tradisional yang hanya menguji kemampuan menghafal prosedur, GNN memperkenalkan Sistem Asesmen Nalar Nasional (SANN) yang dirancang setara dengan standar evaluasi PISA. Perubahan instrumen ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jujur dan akurat mengenai kualitas berpikir siswa Indonesia, sehingga kebijakan perbaikan yang diambil dapat lebih tepat sasaran. Evaluasi ini menjadi benteng pertahanan terakhir dalam menjaga mutu pendidikan dasar yang akuntabel.
SANN menggunakan format soal yang menuntut siswa untuk melakukan analisis teks, interpretasi grafik, dan pemecahan masalah dalam konteks situasi nyata. Tidak ada lagi soal pilihan ganda sederhana yang bisa dijawab hanya dengan menebak; setiap jawaban membutuhkan argumen logis yang dapat dipertanggungjawabkan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pada awalnya, sistem evaluasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan guru dan orang tua, namun seiring berjalannya waktu, disadari bahwa pola inilah yang benar-benar melatih kecerdasan anak. Penjagaan mutu ditekankan pada kedalaman pemahaman konsep, bukan sekadar kecepatan menyelesaikan soal dalam tekanan waktu yang sempit.
Data dari sistem evaluasi digital ini langsung terintegrasi dengan dasbor nasional yang dapat dipantau oleh pembuat kebijakan di tingkat kabupaten hingga pusat secara real-time. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk melakukan intervensi cepat bagi sekolah-sekolah yang nilai nalarnya berada di bawah ambang batas minimum. Mahasiswa pascasarjana seringkali dilibatkan untuk membedah data hasil evaluasi ini guna mencari tahu faktor penyebab rendahnya skor di wilayah tertentu, apakah karena kualitas guru, kekurangan fasilitas, atau hambatan sosial-ekonomi. Analisis berbasis data (data-driven) ini menjadi standar baru dalam penjaminan mutu pendidikan nasional yang lebih profesional.
Salah satu keunggulan dari sistem evaluasi baru ini adalah adanya umpan balik yang sangat detail bagi setiap siswa dan guru. Setiap selesai mengikuti asesmen, sistem akan mengeluarkan laporan yang menjelaskan aspek logika mana yang sudah dikuasai dan mana yang perlu ditingkatkan. Sudut pandang ini memberikan rasa kepemilikan bagi guru untuk terus memperbaiki diri berdasarkan temuan objektif di lapangan. Penjagaan mutu bukan lagi sekadar memberi label "lulus" atau "tidak lulus", melainkan sebuah proses pendampingan berkelanjutan untuk memastikan setiap individu mencapai potensi kognitif maksimalnya.
Selain itu, sistem evaluasi GNN juga mencakup survei lingkungan belajar yang mengukur aspek non-kognitif, seperti rasa percaya diri siswa terhadap matematika dan kenyamanan mereka di kelas. Analisis ahli menunjukkan bahwa faktor psikologis memiliki pengaruh besar terhadap performa akademik di PISA. Dengan mengukur iklim belajar, pemerintah dapat memastikan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dilakukan dengan cara-cara yang merusak kesehatan mental siswa. Standar evaluasi global ini memastikan bahwa pendidikan Indonesia bergerak ke arah yang lebih manusiawi sekaligus kompetitif secara intelektual.
Integrasi teknologi dalam evaluasi ini juga mencakup penggunaan Computer Adaptive Testing (CAT), di mana tingkat kesulitan soal akan menyesuaikan dengan kemampuan siswa secara dinamis. Hal ini memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan tantangan yang sesuai dengan kapasitasnya, menghindari kebosanan bagi siswa cerdas dan keputusasaan bagi siswa yang masih berproses. Mahasiswa pascasarjana pendidikan matematika berperan penting dalam memvalidasi keandalan algoritma soal agar tetap adil dan representatif. Penjagaan mutu melalui teknologi mutakhir ini menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam mengejar ketertinggalan pendidikan dunia.
Secara keseluruhan, sistem evaluasi baru dalam GNN adalah cermin dari transformasi besar pendidikan Indonesia menuju standar kelas dunia. Dengan alat ukur yang tepat, kita tidak lagi meraba dalam kegelapan dalam mencari solusi atas rendahnya kualitas pendidikan. Evaluasi ini menjadi panduan bagi seluruh elemen bangsa untuk bergerak ke arah yang sama demi peningkatan martabat intelektual siswa SD. Melalui sistem yang akurat dan transparan, skor PISA Indonesia bukan hanya akan naik, tetapi juga akan mencerminkan kualitas nyata dari nalar anak-anak bangsa yang semakin cerdas dan analitis.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah