Meningkatkan Kualitas Guru di Era Digital: Strategi dan Solusi
S2diksas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Banyak pendidik masih kesulitan
mengadaptasi teknologi dalam pembelajaran, sementara siswa semakin terbiasa
dengan metode digital yang interaktif. Kesenjangan ini berisiko mengurangi
efektivitas pembelajaran dan membuat metode konvensional semakin kurang
relevan. Sekolah-sekolah dengan akses teknologi yang terbatas mengalami kendala
lebih besar, sementara di daerah perkotaan, tidak semua guru siap menghadapi
perubahan pesat dalam dunia pendidikan digital. Perbedaan kesiapan ini
menciptakan ketimpangan dalam kualitas pengajaran yang diterima siswa.
Guru yang tidak memiliki keterampilan digital yang memadai kesulitan
menyampaikan materi dengan cara yang menarik dan efektif. Sementara itu, siswa
yang terbiasa dengan teknologi merasa pembelajaran kurang menarik dan sulit
terhubung dengan metode tradisional. Jika tidak segera diatasi, hal ini dapat
menurunkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Di era digital, teknologi
telah mengubah cara belajar dan mengajar. Metode konvensional yang mengandalkan
ceramah di kelas mulai dianggap kurang efektif, terutama bagi generasi yang
tumbuh dengan perangkat digital. Guru dituntut untuk tidak hanya menguasai
materi ajar tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Selain itu, perkembangan teknologi membawa tantangan baru, seperti pembelajaran
daring, penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan, dan kebutuhan akan
keterampilan digital. Jika guru tidak siap menghadapi perubahan ini,
efektivitas pengajaran bisa menurun, dan siswa menjadi kurang termotivasi dalam
belajar.
Ketidaksiapan guru dalam mengadopsi teknologi dapat memperlebar
kesenjangan pendidikan. Beberapa sekolah sudah menerapkan sistem pembelajaran
digital dengan baik, tetapi masih banyak guru yang belum memiliki keterampilan
teknologi yang cukup. Hal ini berisiko menciptakan ketimpangan dalam kualitas
pendidikan antara sekolah yang maju secara teknologi dan yang masih tertinggal.
Juga, adaptasi digital juga berpengaruh terhadap daya saing tenaga pendidik.
Guru yang tidak mengikuti perkembangan teknologi bisa tertinggal dan kesulitan
memenuhi kebutuhan siswa zaman sekarang. Oleh karena itu, meningkatkan
kompetensi digital guru adalah langkah penting untuk menjaga kualitas
pendidikan di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas guru di era digital, beberapa langkah
strategis bisa diterapkan:
1. Pemerintah dan institusi pendidikan perlu menyediakan pelatihan
rutin tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
2. Guru harus didorong untuk
mengadaptasi metode pembelajaran berbasis teknologi agar lebih relevan dengan
kebutuhan siswa.
3. Sekolah harus didukung dengan fasilitas teknologi yang memadai,
seperti akses internet yang stabil dan perangkat pendukung.
4. Guru dapat bekerja sama dengan ahli IT atau platform edukasi
untuk mengembangkan metode pengajaran yang lebih inovatif.
Peningkatan kualitas guru di era digital bukan hanya tanggung jawab
pemerintah, tetapi juga institusi pendidikan, komunitas guru, dan individu guru
itu sendiri. Pemerintah perlu mengalokasikan dana dan kebijakan yang mendukung
pengembangan keterampilan digital guru. Sekolah harus menyediakan pelatihan
serta fasilitas yang memadai, sementara guru harus proaktif dalam belajar dan
beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Jika semua pihak bekerja sama,
kualitas pendidikan di Indonesia bisa terus berkembang dan mampu menghadapi
tantangan era digital.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz