Merekonstruksi Peran Guru sebagai Learning Designer di Era Kurikulum Merdeka melalui Pemanfaatan Canva
Perubahan paradigma pendidikan dalam
Kurikulum Merdeka menempatkan guru sebagai learning designer, bukan
sekadar penyampai materi. Guru dituntut merancang pengalaman belajar yang
relevan, kontekstual, dan mendorong kemandirian siswa. Peran ini menuntut
kreativitas dalam menyusun materi, aktivitas, serta asesmen yang memfasilitasi
keberagaman profil belajar. Kemampuan merancang pengalaman belajar menjadi
kunci terciptanya pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa.
Dalam konteks ini, pemanfaatan media
visual menjadi elemen yang sangat penting untuk menarik perhatian dan
memudahkan pemahaman. Materi yang disajikan secara visual cenderung lebih mudah
dicerna oleh siswa SD yang berada pada fase berpikir konkret. Kualitas visual
yang baik membantu siswa memperkuat konsep dan meningkatkan retensi. Guru
membutuhkan alat yang fleksibel untuk mendesain berbagai bentuk materi
pembelajaran.
Canva hadir sebagai platform yang
memudahkan guru dalam membuat desain pembelajaran dengan cepat dan profesional.
Guru dapat membuat poster, kartu belajar, LKPD, hingga presentasi yang menarik
tanpa harus memiliki kemampuan desain tingkat tinggi. Ragam template yang
tersedia memungkinkan guru menyesuaikan materi dengan kebutuhan diferensiasi di
kelas. Dengan demikian, Canva menjadi alat yang mendukung peran guru sebagai
perancang pengalaman belajar.
Penggunaan Canva juga membuka ruang
inovasi dalam pembelajaran berbasis proyek. Guru dapat melibatkan siswa membuat
produk akhir berupa poster atau infografis sederhana sebagai bentuk asesmen
autentik. Proses ini melatih keterampilan komunikasi visual, kolaborasi, dan
kreativitas, yang merupakan bagian dari kompetensi abad 21. Pembelajaran pun
menjadi lebih interaktif dan berorientasi pada proses.
Integrasi Canva dalam praktik mengajar
menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkaya strategi pembelajaran jika
digunakan dengan terencana. Guru tetap memegang kendali dalam menentukan tujuan
dan alur pembelajaran, sementara Canva menjadi sarana pendukung. Dengan
kehadiran alat desain yang mudah diakses, guru semakin leluasa menciptakan
pengalaman belajar yang inspiratif. Hal ini selaras dengan arah Kurikulum
Merdeka yang menekankan fleksibilitas dan inovasi.
###
Penulis:
Arumita Wulan Sari