Numerasi dan Ekonomi: Mengapa Skor PISA Penting bagi Indonesia Emas 2045?
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam diskursus pembangunan nasional di awal 2026, Gerakan Numerasi Nasional (GNN) tidak lagi dipandang sekadar sebagai program pendidikan, melainkan sebagai pilar strategis bagi ketahanan ekonomi masa depan. Para pengamat ekonomi makro menilai bahwa skor PISA, khususnya dalam bidang numerasi, berkorelasi positif dengan produktivitas tenaga kerja suatu bangsa di era ekonomi digital. Rendahnya kemampuan nalar kuantitatif siswa Indonesia selama ini dianggap sebagai ancaman bagi tercapainya target Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, penguatan numerasi di tingkat sekolah dasar menjadi harga mati untuk memastikan transisi menuju ekonomi berbasis pengetahuan berjalan dengan mulus.
Data dari OECD menunjukkan bahwa kenaikan 25 poin dalam skor PISA dapat setara dengan peningkatan PDB jangka panjang yang sangat signifikan bagi sebuah negara. Kemampuan numerasi mencerminkan kapasitas seseorang dalam melakukan pemecahan masalah kompleks, berpikir algoritmis, dan mengambil keputusan berdasarkan data—tiga kompetensi yang paling dibutuhkan dalam industri masa depan. Mahasiswa pascasarjana yang meneliti hubungan pendidikan dan ekonomi menekankan bahwa tanpa literasi matematika yang kuat, sumber daya manusia kita hanya akan terjebak pada pekerjaan kerah biru dengan upah rendah. GNN adalah upaya sistemis untuk memutus "middle-income trap" melalui peningkatan kualitas kognitif sejak usia dini.
Fakta sosiologis juga menunjukkan bahwa masyarakat dengan kemampuan numerasi tinggi cenderung memiliki literasi keuangan yang lebih baik, sehingga lebih tahan terhadap risiko krisis ekonomi personal maupun nasional. GNN mengajarkan siswa SD untuk memahami konsep probabilitas, bunga majemuk, dan manajemen risiko melalui contoh-contoh yang sederhana dan menyenangkan. Dengan membekali siswa dengan nalar finansial sejak dini, Indonesia sebenarnya sedang membangun fondasi ekonomi yang lebih stabil dan inklusif. Sudut pandang ini menggeser paradigma matematika dari sekadar pelajaran sekolah menjadi alat pemberdayaan ekonomi bagi setiap individu.
Analisis mendalam terhadap kebijakan GNN juga menyoroti pentingnya numerasi dalam mendukung inovasi sains dan teknologi (STEM). Sebagian besar penemuan besar di dunia bermula dari kemampuan nalar kuantitatif yang tajam untuk melihat pola dan peluang. Jika Indonesia ingin menjadi pemain utama dalam industri semikonduktor, kecerdasan buatan, atau energi terbarukan, maka pendidikan dasar harus mampu melahirkan talenta-talenta yang akrab dengan angka. Skor PISA yang tinggi merupakan sinyal bagi investor global bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia siap untuk mendukung industri dengan teknologi tinggi yang membutuhkan presisi logis.
Selain itu, penguatan numerasi juga berdampak pada efisiensi sektor publik di masa depan, di mana kebijakan nasional akan lebih banyak diambil berdasarkan analisis data yang akurat. Generasi yang melek numerasi akan menjadi warga negara yang lebih kritis terhadap informasi publik dan mampu berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan daerah secara lebih rasional. Penjagaan mutu pendidikan dasar melalui GNN dengan demikian memiliki nilai demokratis yang tinggi dalam memperkuat partisipasi publik yang cerdas. Ini adalah bagian dari upaya besar membangun masyarakat sipil yang berbasis pada nalar dan kebenaran objektif.
Ditinjau dari sisi kompetisi global, negara-negara tetangga seperti Vietnam telah melakukan lompatan besar dalam skor PISA melalui fokus yang konsisten pada pendidikan dasar. Indonesia tidak punya pilihan lain selain melakukan akselerasi serupa jika tidak ingin terus tertinggal dalam persaingan ekonomi di Asia Tenggara. GNN menjadi instrumen utama untuk memastikan bahwa momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia saat ini benar-benar menjadi berkah, bukan beban. Investasi pada guru dan kurikulum numerasi hari ini akan membuahkan hasil pada daya saing bangsa dua dekade mendatang.
Sebagai penutup, Gerakan Numerasi Nasional adalah bentuk investasi masa depan yang paling visioner. Skor PISA bukan hanya soal peringkat di atas kertas, melainkan soal martabat dan kapasitas ekonomi bangsa di kancah global. Dengan keseriusan dalam mengawal gerakan ini, Indonesia sedang melangkah pasti menuju cita-cita luhur tahun 2045. Keberhasilan kita meningkatkan nalar anak-anak sekolah dasar saat ini adalah jaminan bagi kemakmuran dan kedaulatan ekonomi Indonesia di masa depan yang serba tidak pasti.
###
Penulis: Nur Santika Rokhmah