Outdoor Learning Kurangi Kejenuhan Belajar IPA di Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Belajar IPA sering dianggap membosankan karena siswa harus menghafal banyak istilah dan konsep. Namun sebuah SD di pesisir pantai berhasil mengubah pandangan tersebut dengan menerapkan metode outdoor learning berbasis cuaca. Setiap minggu, siswa diajak keluar kelas untuk mengamati perubahan cuaca di sekitar sekolah. Kegiatan ini membuat suasana belajar lebih segar dan mengurangi kejenuhan siswa yang biasanya hanya duduk di kelas selama berjam-jam.
Guru menyiapkan lembar kerja observasi yang berisi berbagai indikator cuaca seperti kondisi awan, arah angin, tingkat suhu, dan kelembapan udara. Siswa diminta mengisi lembar tersebut dengan teliti berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan. Aktivitas ini memberi mereka kesempatan untuk bergerak dan merasakan lingkungan secara langsung, sehingga pembelajaran terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Selain meningkatkan minat, kegiatan outdoor learning ini juga membantu siswa mengembangkan disiplin dan ketelitian. Mereka belajar mencatat data secara teratur dan memahami pentingnya konsistensi dalam pengambilan data. Guru mengajarkan bahwa data yang baik harus diambil dengan cara yang sama setiap kali, agar dapat dibandingkan atau dianalisis lebih lanjut. Keterampilan ilmiah seperti ini jarang diperoleh jika siswa hanya belajar teori.
Setelah kegiatan selesai, siswa kembali ke kelas untuk berdiskusi dan mengevaluasi hasil pengamatan mereka. Guru mendorong mereka untuk mengaitkan hasil tersebut dengan teori IPA yang mereka pelajari sebelumnya. Banyak siswa yang merasa lebih mudah memahami konsep setelah melihat sendiri bagaimana cuaca berubah dari waktu ke waktu. Mereka mulai menyadari bahwa ilmu pengetahuan sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Karena hasil yang sangat positif, sekolah memutuskan untuk mengalokasikan dana khusus untuk membeli alat pengamat cuaca sederhana. Guru berharap dengan fasilitas yang lebih lengkap, siswa bisa belajar lebih banyak tentang cuaca dan fenomena alam lainnya. Dengan demikian, pembelajaran IPA dapat terus berkembang menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh makna bagi siswa.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah