Pemanfaatan Data Cuaca Lokal sebagai Materi Observasi Awal pada Pembelajaran IPAS di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
(IPAS) di sekolah dasar menuntut adanya kegiatan yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari siswa. Salah satu sumber belajar yang mudah ditemukan adalah data
cuaca lokal. Informasi cuaca yang tersedia melalui aplikasi, situs resmi, atau
papan pengumuman sekolah dapat menjadi bahan observasi yang menarik. Dengan
mengamati cuaca sekitar, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat
langsung perubahan yang terjadi di lingkungan mereka.
Pemanfaatan data cuaca lokal dalam kegiatan observasi awal
memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Misalnya, siswa dapat
mencatat suhu harian, kondisi langit, atau tingkat curah hujan selama beberapa
hari. Hasil pengamatan ini dapat digunakan sebagai dasar diskusi mengenai
siklus air, jenis awan, atau dampak cuaca terhadap aktivitas manusia. Melalui
kegiatan ini, siswa belajar menghubungkan data dengan konsep ilmiah yang sedang
dipelajari.
Selain itu, penggunaan data cuaca lokal dapat melatih
keterampilan proses sains siswa. Mereka belajar membaca angka, membuat tabel,
dan menyusun grafik sederhana berdasarkan hasil pengamatan. Kegiatan ini juga
mendorong siswa bekerja teliti dan sistematis dalam mencatat perubahan cuaca
setiap hari. Dengan demikian, pembelajaran IPAS menjadi lebih aktif karena
siswa terlibat langsung dalam proses pengumpulan informasi.
Pembelajaran berbasis observasi cuaca juga dapat
meningkatkan rasa ingin tahu siswa terhadap fenomena alam. Ketika mereka
melihat perubahan cuaca yang tiba-tiba, pertanyaan alami akan muncul: mengapa
hari ini lebih panas, apa yang menyebabkan hujan, atau bagaimana awan dapat
berubah bentuk. Guru dapat memanfaatkan momen ini untuk memfasilitasi diskusi
dan memperkuat pemahaman konsep melalui penjelasan yang relevan dengan
pengamatan siswa.
Secara keseluruhan, pemanfaatan data cuaca lokal sebagai
materi observasi awal sangat efektif dalam mendukung pembelajaran IPAS di
sekolah dasar. Aktivitas ini membuat siswa lebih peka terhadap lingkungan dan
mampu membaca informasi ilmiah sederhana. Selain itu, pembelajaran terasa lebih
bermakna karena siswa belajar dari pengalaman nyata, bukan hanya dari buku.
Dengan pendekatan ini, guru dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan
berpikir kritis sejak dini melalui pengamatan fenomena alam di sekitar mereka.
###
Penulis:
Sabila Widyawati