Pemanfaatan YouTube untuk Dokumentasi Projek Hari Ibu Berbasis Kearifan Lokal
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Peringatan Hari Ibu di banyak sekolah kini mulai beralih dari sekadar seremoni menjadi projek dokumenter pendek yang diunggah ke YouTube. Siswa ditugaskan untuk mewawancarai ibu atau tokoh perempuan di sekitar mereka tentang perjuangan dalam mendidik keluarga. Projek ini mendukung SDG 5 (Kesetaraan Gender) dengan memberikan suara kepada perempuan untuk berbagi inspirasi dan pengalaman hidup mereka. Melalui media video, nilai-nilai keteladanan dapat tersampaikan secara lebih luas dan abadi, menjadi materi pembelajaran karakter bagi seluruh komunitas sekolah.
Dalam proses produksinya, siswa menggunakan aplikasi Canva untuk membuat poster promosi dan sampul video (thumbnail) agar menarik banyak penonton. Keterampilan pengemasan konten digital ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Siswa belajar bahwa teknologi adalah alat untuk mengangkat kearifan lokal ke kancah global. Dengan bimbingan guru, kreativitas mereka diarahkan untuk tujuan sosial yang positif, memperkuat peran sekolah sebagai pusat pengembangan bakat dan karakter di era digital yang sangat kompetitif.
Penggunaan fitur terjemah pada takarir (subtitle) video menjadi bagian dari tugas literasi bahasa. Siswa menerjemahkan kisah inspiratif ibu mereka ke dalam bahasa asing agar pesan kebaikan tersebut dapat dipahami oleh warga dunia. Hal ini menanamkan kesadaran pada siswa bahwa setiap individu memiliki cerita berharga yang layak untuk dibagikan secara universal. Pendidikan global seperti ini sangat efektif dalam menghapus sekat-sekat budaya dan membangun pengertian antarbangsa yang lebih baik melalui medium teknologi informasi yang tanpa batas.
Koordinasi antara siswa, guru, dan narasumber dilakukan secara intensif melalui WhatsApp Web. Platform ini memudahkan pengiriman draf skrip dan revisi video secara cepat melalui perangkat komputer. Kecepatan dalam berkolaborasi digital melatih kedisiplinan dan profesionalisme siswa dalam mengerjakan sebuah projek besar. Teknologi komunikasi instan bukan hanya memudahkan urusan teknis, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara siswa dan narasumber selama proses penggalian kisah hidup yang mendalam pada momen Hari Ibu tersebut.
Secara keseluruhan, pemanfaatan YouTube sebagai media dokumentasi perayaan hari nasional telah meningkatkan kualitas pendidikan berbasis projek di sekolah. Siswa tidak hanya belajar sejarah dan nilai sosial, tetapi juga menguasai teknologi modern. Inovasi ini diharapkan terus diperkuat agar setiap peringatan hari besar di sekolah dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan teknologi, nilai-nilai kasih sayang dan perjuangan ibu dapat terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi mendatang di seluruh dunia.
###
Penulis: Anisa Rahmawati