Pembelajaran Deep Learning dengan Canva di Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran deep learning menekankan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar hafalan. Dalam konteks pendidikan dasar, pendekatan ini membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Canva sebagai alat desain digital dapat menjadi media efektif yang mendorong eksplorasi konsep secara visual. Guru dapat mengemas materi yang abstrak menjadi representasi yang lebih konkret dan mudah dipahami. Dengan demikian, integrasi Canva mampu memperkuat kompetensi kognitif siswa melalui visualisasi konsep yang sistematis.
Penggunaan Canva dalam pembelajaran deep learning memungkinkan siswa melakukan analisis dan sintesis informasi. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengolahnya kembali melalui desain poster, infografis, dan peta konsep. Proses kreatif ini membuat siswa memahami hubungan antar gagasan dengan lebih baik. Guru dapat memberikan stimulus berupa pertanyaan mendalam dan mendorong siswa melakukan eksplorasi mandiri. Ketika siswa menghasilkan karya, mereka sebenarnya sedang mengonstruksi makna dan membangun pemahaman komprehensif.
Integrasi Canva juga memfasilitasi pembelajaran berbasis proyek yang merupakan bagian dari pendekatan deep learning. Siswa dapat bekerja secara kolaboratif untuk menyelesaikan tugas kelas seperti proyek lingkungan, literasi, atau sains. Kolaborasi ini menumbuhkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan manajemen waktu. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari kecakapan abad 21 yang sangat dibutuhkan di jenjang selanjutnya. Melalui pengalaman autentik ini, pembelajaran deep learning menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Guru memiliki peran penting dalam memfasilitasi pengembangan ide dan memberikan umpan balik konstruktif. Canva menyediakan template yang dapat dikembangkan sesuai kreativitas siswa, sehingga guru hanya perlu mengarahkan alur berpikir. Dengan memberikan rubrik penilaian, proses desain dapat dievaluasi secara objektif. Hal ini mendorong siswa untuk merevisi, memperbaiki, dan mengelaborasi karya mereka. Siklus perbaikan ini merupakan karakteristik utama dari pembelajaran mendalam.
Melalui integrasi Canva, pendidikan dasar dapat bergerak menuju pembelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga berdampak pada perkembangan proses berpikir. Siswa belajar memahami konsep melalui pengalaman visual dan praktik langsung. Guru mendapatkan media yang fleksibel dan adaptif untuk berbagai kebutuhan pembelajaran. Pada akhirnya, penggunaan Canva dalam deep learning memungkinkan terciptanya lingkungan belajar inovatif. Lingkungan ini mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan analitis.
Penulis: Aida Meilina
Sumber: images.google.com