Pembelajaran Inkuiri Jadikan Anak Lebih Aktif Bertanya dan Bereksperimen
Pendekatan inkuiri menjadi metode yang semakin populer di sekolah dasar karena mendorong siswa untuk aktif bertanya dan menemukan jawaban sendiri. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan pemandu yang memfasilitasi eksplorasi siswa.
Dalam kegiatan inkuiri, anak-anak diajak merumuskan pertanyaan seperti “Mengapa benda bisa tenggelam?” atau “Bagaimana air berubah menjadi uap?”. Mereka kemudian melakukan percobaan sederhana untuk mencari jawabannya.
Proses ini mengajarkan pentingnya berpikir logis dan berbasis bukti. Anak tidak sekadar meniru, tetapi memahami sebab dan akibat melalui pengamatan langsung. Dengan cara ini, konsep sains yang abstrak menjadi lebih konkret dan mudah dicerna.
Guru mencatat bahwa anak-anak menjadi lebih berani berbicara dan berpendapat. Mereka belajar mengajukan hipotesis, mencatat hasil, dan mempresentasikan temuan dengan percaya diri. Pembelajaran menjadi aktif, dialogis, dan menyenangkan.
Pendekatan inkuiri menumbuhkan rasa ingin tahu yang menjadi fondasi pembelajaran sepanjang hayat. Anak tidak hanya belajar menjawab, tetapi juga belajar bertanya — sebuah keterampilan penting dalam dunia yang terus berkembang.