Pembelajaran IPAS di SD: Eksperimen Seru Mengenal Perubahan Wujud Benda
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di Sekolah Dasar (SD),
pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi salah satu momen
yang paling dinantikan oleh siswa. Salah satu materi yang menarik dari IPAS
adalah bagaimana benda berubah bentuknya, yang dapat dipelajari dengan kegiatan
eksperimen sederhana. Pendekatan kontekstual dan aktif membantu siswa memahami
teori dan mengalami proses ilmiah di sekitar mereka.
Fenomena yang terkait dengan
kehidupan sehari-hari termasuk perubahan wujud benda, seperti mencair, membeku,
menguap, mengembun, hingga menyublim. Untuk membantu siswa memahami setiap
jenis perubahan wujud, guru dapat menggunakan bahan-bahan sederhana seperti es
batu, lilin, air, atau kapur barus. Misalnya, siswa mengetahui bahwa panas
dapat mengubah benda padat menjadi cair saat mereka melihat es yang mencair. Di
sisi lain, mereka melakukan percobaan untuk mendidih air dan menghasilkan uap,
yang memberi mereka pemahaman yang menyenangkan tentang proses penguapan.
Kegiatan eksperimen ini menumbuhkan rasa ingin tahu siswa dan meningkatkan
kemampuan mereka untuk berpikir ilmiah dan bekerja sama. Siswa dapat berbicara,
menulis hasil pengamatan, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang mereka
kumpulkan dalam kelompok kecil. Karena siswa terlibat secara aktif dalam proses
pembelajaran, pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Guru juga berperan penting sebagai
fasilitator yang membantu siswa mengaitkan penelitian dengan kehidupan
sehari-hari. Sebagai contoh, guru dapat mengajukan pertanyaan sederhana seperti
"Mengapa pakaian basah bisa kering di bawah sinar matahari?" atau
"Mengapa air di gelas bisa berembun saat dingin" untuk membantu siswa
mengaitkan konsep ilmiah dengan situasi dunia nyata. Pembelajaran IPAS menjadi
kegiatan yang menyenangkan, edukatif, dan menginspirasi dengan melakukan
eksperimen tentang bagaimana benda dapat berubah bentuknya. Siswa tidak hanya
mendapatkan pengetahuan, tetapi mereka juga memperoleh keterampilan proses
sains, rasa ingin tahu, dan sikap teliti dan bertanggung jawab. Dengan
demikian, pendidikan di sekolah dasar tidak sekadar memberikan pengetahuan
tetapi juga menanamkan rasa ingin tahu ilmiah dan keinginan untuk belajar
sepanjang hidup.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest