Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Dasar di Tengah Perubahan Zaman
Pendekatan pembelajaran kontekstual semakin relevan dalam pendidikan dasar saat ini. Anak-anak tidak lagi cukup belajar dari buku teks semata. Mereka membutuhkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Realitas sosial, lingkungan, dan budaya menjadi sumber belajar yang bermakna. Pendidikan dasar harus mampu menjembatani pengetahuan dengan realitas anak.
Dalam pendekatan kontekstual, guru berperan sebagai fasilitator. Anak diajak mengamati, bertanya, dan merefleksikan pengalaman mereka. Pembelajaran menjadi dialogis dan partisipatif. Anak tidak hanya menerima informasi, tetapi membangun makna. Hal ini sejalan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar.
Pendekatan ini sangat relevan diterapkan pada berbagai mata pelajaran. IPAS, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila dapat dikontekskan dengan kehidupan nyata. Misalnya, pembelajaran lingkungan dikaitkan dengan kondisi cuaca sekitar. Anak belajar sains sekaligus kesadaran sosial. Pembelajaran menjadi lebih hidup.
Namun, penerapan pendekatan kontekstual membutuhkan kesiapan guru. Guru perlu kreativitas dan keberanian keluar dari pola konvensional. Tidak semua guru terbiasa dengan pembelajaran terbuka. Dukungan kebijakan dan pelatihan menjadi penting. Pendidikan dasar perlu memberi ruang inovasi.
Pendekatan kontekstual membantu anak melihat makna belajar. Sekolah tidak lagi terpisah dari kehidupan. Anak belajar menjadi individu yang peka terhadap lingkungan. Pendidikan dasar menjadi fondasi pembelajaran bermakna. Dari sinilah pembelajaran yang memanusiakan tumbuh.
Penulis: Aida Meilina