Pendekatan Saintifik dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pendekatan saintifik merupakan strategi pembelajaran yang mendorong
siswa untuk melakukan proses ilmiah. Pendekatan ini terdiri dari langkah
mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan. Di pendidikan
dasar, pendekatan ini efektif mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Siswa
tidak hanya menerima informasi, tetapi juga belajar membangun pengetahuan
secara mandiri. Hal ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21.
Melalui kegiatan mengamati, siswa
belajar memperhatikan fenomena secara mendalam. Guru dapat memberikan media
visual atau benda konkret untuk diamati. Aktivitas ini mengembangkan rasa ingin
tahu siswa. Setelah itu, siswa diajak mengajukan pertanyaan terkait fenomena
yang mereka lihat. Kegiatan menanya ini melatih kemampuan berpikir kritis sejak
dini.
Tahap mencoba menjadi ruang bagi
siswa untuk melakukan percobaan sederhana. Aktivitas ini mengembangkan
keterampilan proses sains dan pemecahan masalah. Siswa juga belajar bekerja
sama dengan teman kelompoknya. Setelah melakukan percobaan, siswa dilatih menalar
hasil yang diperoleh. Kegiatan ini memperkuat kemampuan analitis dan logis
mereka.
Tahap mengomunikasikan memberikan
kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan hasil pengamatan. Siswa dapat
mempresentasikan hasil melalui gambar, laporan, atau presentasi lisan. Kegiatan
ini meningkatkan keterampilan komunikasi yang penting bagi perkembangan anak.
Guru dapat memberikan umpan balik agar siswa terus berkembang. Dengan demikian,
pendekatan saintifik menciptakan pembelajaran aktif dan kolaboratif.
Penerapan pendekatan saintifik
membutuhkan kreativitas guru dalam merancang aktivitas yang sesuai. Meskipun
sederhana, aktivitas harus menantang dan relevan dengan kehidupan siswa.
Evaluasi juga perlu disesuaikan agar tidak hanya menilai hasil, tetapi juga
proses. Dengan penerapan yang tepat, pendekatan saintifik dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini berperan penting dalam
menyiapkan siswa yang kritis dan solutif.
####
Penulis: Aida Meilina