Pendidikan Dasar dan Tantangan Anak dengan Orang Tua Bekerja
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perubahan struktur keluarga memengaruhi dunia pendidikan dasar. Banyak anak SD tumbuh dengan orang tua yang sama-sama bekerja. Waktu bersama keluarga menjadi terbatas. Anak sering diasuh oleh pengasuh atau keluarga lain. Kondisi ini membawa implikasi pada perkembangan anak.
Di sekolah, guru sering menemukan anak yang kurang perhatian emosional. Anak menunjukkan perilaku mencari perhatian. Prestasi akademik bisa terdampak. Pendidikan dasar sering menjadi tempat pelampiasan kebutuhan emosional anak. Guru memikul peran tambahan yang tidak ringan.
Komunikasi antara sekolah dan orang tua juga menjadi tantangan. Orang tua sibuk dan sulit hadir dalam kegiatan sekolah. Informasi tentang perkembangan anak sering tidak tersampaikan dengan baik. Padahal, kolaborasi sangat penting. Pendidikan dasar membutuhkan kemitraan yang kuat.
Sekolah perlu mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif. Teknologi bisa dimanfaatkan untuk menjembatani keterbatasan waktu. Namun, komunikasi tidak boleh sekadar formal. Anak membutuhkan perhatian yang nyata. Pendidikan dasar harus memanusiakan relasi.
Kondisi orang tua bekerja adalah realitas sosial yang tidak bisa dihindari. Pendidikan dasar tidak boleh menyalahkan keadaan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang adaptif dan empatik. Anak-anak tetap berhak mendapatkan dukungan penuh. Sekolah harus hadir sebagai mitra keluarga.
###
Penulis: Aida Meilina