Pendidikan Indonesia dalam Ancaman: Hasil TKA 2025 dan PISA Mengeluarkan Sinyal Bahaya
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dan temuan terbaru Program for International Student Assessment (PISA) telah mengeluarkan sinyal bahaya yang jelas—kualitas pendidikan Indonesia sedang dalam ancaman serius. Di TKA, capaian rata-rata siswa pada semua jenjang pendidikan menengah menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan PISA menunjukkan bahwa Indonesia semakin tertinggal dari negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Analisis terhadap data TKA 2025 menunjukkan bahwa masalah utama terletak pada lemahnya fondasi pengetahuan siswa sejak tingkat sekolah dasar. Banyak siswa yang melanjutkan ke tingkat menengah tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep dasar literasi dan numerasi, sehingga kesulitan untuk mengikuti materi pembelajaran yang lebih kompleks. Hal ini selaras dengan temuan PISA yang menunjukkan bahwa siswa Indonesia memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang jauh di bawah standar global.
Pakar pendidikan dari Universitas Gadjah Mada menyatakan bahwa ancaman ini tidak hanya berdampak pada masa depan siswa secara individu tetapi juga pada perkembangan negara secara keseluruhan. Dengan kualitas tenaga kerja yang rendah, Indonesia akan sulit bersaing di pasar global dan mencapai target pembangunan berkelanjutan yang telah ditetapkan. Kedua hasil evaluasi ini menjadi peringatan bahwa jika tidak ada tindakan yang tegas, kondisi ini akan semakin memburuk.
Pemerintah telah mengakui urgensi situasi dan menyatakan akan mengambil langkah-langkah drastis. Beberapa langkah yang akan segera diimplementasikan antara lain program bimbingan khusus bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar, peningkatan kualitas buku pelajaran dan materi pembelajaran, serta pendirian pusat pengembangan pendidikan yang bertugas melakukan riset dan inovasi dalam metode pengajaran.
Menyikapi kondisi ini, masyarakat perlu bersatu untuk memberikan dukungan penuh terhadap upaya perbaikan pendidikan. Mulai dari mendukung program-program yang diluncurkan pemerintah, hingga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi belajar di setiap lingkungan masyarakat. Selain itu, perlu adanya pemantauan yang ketat terhadap implementasi kebijakan pendidikan agar dapat segera dikoreksi jika ditemukan masalah selama proses pelaksanaan.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah