Pendidikan Lingkungan: Menumbuhkan Kesadaran dan Tanggungjawab Terhadap Alam
s2diksas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Kerusakan lingkungan semakin
hari semakin mengkhawatirkan. Di berbagai wilayah Indonesia, hutan terus
berkurang akibat penebangan liar, sungai dan laut tercemar oleh limbah industri
dan sampah plastik, serta udara semakin dipenuhi polusi dari kendaraan dan
pabrik. Masalah ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta,
Surabaya, dan Medan, tetapi juga di kawasan hutan seperti Kalimantan dan
Sumatra. Yang menjadi penyebab utama dari semua ini adalah manusia, baik
individu maupun perusahaan yang masih kurang memiliki kesadaran dan tanggung
jawab terhadap lingkungan.
Tanpa adanya upaya serius untuk meningkatkan kesadaran, kerusakan
ini akan terus berlanjut. Dampaknya sudah mulai terasa, seperti semakin
seringnya terjadi bencana alam. Banjir dan tanah longsor semakin parah akibat
hutan yang ditebang tanpa ada upaya reboisasi. Pencemaran air mengancam pasokan
air bersih bagi masyarakat, sementara polusi udara menyebabkan berbagai
penyakit pernapasan. Jika dibiarkan, kondisi lingkungan akan semakin memburuk
dan mengancam kehidupan generasi mendatang.
Dalam situasi ini, pendidikan lingkungan menjadi hal yang sangat
penting. Kesadaran harus ditanamkan sejak dini agar setiap individu memahami
peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga alam. Salah satu cara yang bisa
dilakukan adalah dengan memasukkan materi pendidikan lingkungan dalam kurikulum
sekolah. Anak-anak perlu diajarkan tentang pentingnya ekosistem, cara mengelola
sampah dengan benar, serta bagaimana menjaga sumber daya alam agar tetap
lestari.
Selain di sekolah, peran keluarga dan komunitas juga tidak kalah
penting. Orang tua harus menjadi contoh bagi anak-anak dalam menjaga kebersihan
lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengelola sampah
dengan baik. Di tingkat masyarakat, berbagai program seperti bank sampah,
penanaman pohon, serta kampanye pelestarian lingkungan bisa menjadi langkah
nyata untuk menumbuhkan kepedulian bersama. Namun, meskipun upaya pendidikan
lingkungan sudah mulai diterapkan di beberapa sekolah dan komunitas, tantangan
tetap ada. Kurangnya perhatian dalam kebijakan pendidikan nasional dan masih
minimnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, peran
pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk
memastikan pendidikan lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Jika kesadaran lingkungan terus ditanamkan dan diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari, maka generasi mendatang akan tumbuh dengan rasa tanggung
jawab yang lebih besar terhadap alam. Dengan demikian, lingkungan yang lebih
sehat, bersih, dan lestari dapat terwujud untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: Shevila Salsabila Al Aziz