Penerapan Canva dalam Project-Based Learning untuk Mengembangkan Keterampilan 4C pada Siswa Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Canva menjadi alat yang sangat efektif dalam pembelajaran berbasis proyek di sekolah dasar. Aplikasi ini memungkinkan anak membuat poster, infografis, atau presentasi dengan tampilan menarik. Template yang tersedia memudahkan siswa untuk memulai meski belum mahir desain. Guru dapat mendorong anak mengekspresikan gagasan melalui karya visual. Proses ini meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas.
Project-Based Learning (PjBL) sangat cocok dipadukan dengan Canva. Anak bekerja dalam kelompok untuk membuat produk yang memecahkan masalah tertentu. Dalam prosesnya, mereka belajar membagi tugas, mengatur waktu, dan mengambil keputusan bersama. Kegiatan ini menumbuhkan kemampuan kolaborasi. Produk akhir menjadi bukti konkret hasil belajar mereka.
Kemampuan berpikir kritis juga berkembang ketika anak merancang desain. Mereka harus memilih informasi penting, menentukan tata letak, dan menyesuaikan warna dengan pesan. Guru dapat memberikan rubrik sederhana agar anak memahami kualitas karya yang baik. Dengan pendekatan ini, mereka tidak hanya membuat desain menarik tetapi juga bermakna. Proses berpikir di balik desain menjadi bagian penting pembelajaran.
Canva juga mendukung kemampuan komunikasi siswa. Anak belajar menyampaikan ide secara visual dan lisan melalui presentasi proyek. Mereka menjelaskan alasan memilih desain tertentu dan pesan yang ingin disampaikan. Aktivitas ini memperkuat kemampuan berbicara di depan kelas. Komunikasi menjadi lebih terstruktur dan percaya diri.
Melalui penggunaan Canva dalam PjBL, keterampilan 4C (creativity, critical thinking, collaboration, communication) berkembang secara alami. Guru hanya perlu memberikan arahan dan memfasilitasi prosesnya. Teknologi menjadi sarana untuk memperkuat tujuan pembelajaran, bukan menggantikannya. Anak mendapatkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Pembelajaran pun menjadi lebih menarik, modern, dan bermakna.
Penulis: Arumita Wulan Sari