Penerapan Model Discovery Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran ilmu alam
dan sosial (IPAS) menuntut siswa untuk memahami secara menyeluruh berbagai
fenomena alam dan sosial. Salah satu tantangan dalam pembelajaran IPAS adalah
bagaimana guru mampu membantu siswa memahami konsep daripada hanya menghafal
fakta. Untuk mengatasi masalah ini, salah satu pendekatan yang efektif adalah
menggunakan model pembelajaran Discovery Learning.
Model Discovery Learning menekankan
bahwa siswa harus berpartisipasi secara aktif dalam proses pencarian
pengetahuan melalui eksplorasi, penyelidikan, dan pemecahan masalah.
Pembelajaran berbasis penemuan dapat membuat pengalaman bermakna bagi siswa.
Ini membuat konsep lebih mudah dipahami dan diingat oleh siswa, menurut Bruner
(dalam Trianto, 2019). Oleh karena itu, penggunaan model ini sangat relevan
untuk pembelajaran IPAS yang penuh dengan ide-ide konkret dan abstrak.
Penerapan Discovery Learning pada
pembelajaran IPAS dapat dilakukan melalui langkah-langkah yang sistematis.
Pertama, guru memberikan stimulasi berupa fenomena yang dekat dengan kehidupan
siswa, seperti hujan, tumbuhan, atau peristiwa sosial di lingkungan sekitar.
Kedua, siswa diajak merumuskan masalah atau pertanyaan yang muncul dari
fenomena tersebut. Ketiga, siswa mengumpulkan data melalui pengamatan, diskusi,
maupun kegiatan eksperimen sederhana. Selanjutnya, data yang diperoleh diolah
dan dianalisis bersama. Terakhir, siswa melakukan verifikasi dan menyimpulkan
konsep yang dipelajari.
Sebagai contoh, guru dapat memulai
pelajaran tentang siklus air dengan menayangkan gambar atau video hujan.
Kemudian, mereka dapat melakukan kegiatan percobaan sederhana untuk memanaskan
air hingga terjadi penguapan dan mengaitkannya dengan proses kondensasi dan
presipitasi. Dari pengalaman mereka, siswa dapat membuat kesimpulan sendiri
tentang tahapan dalam siklus air. Pembelajaran IPAS menjadi lebih aktif,
menyenangkan, dan bermakna ketika model ini diterapkan. Siswa menjadi lebih
kritis, lebih ingin tahu, lebih memahami konsep, dan lebih mampu berkomunikasi.
Oleh karena itu, menerapkan model
pembelajaran discovery dalam pembelajaran IPAS dapat menjadi metode yang
efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang materi. Siswa dapat lebih
mudah mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari dan memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest