Penerapan WhatsApp Web sebagai Media Diskusi Kolaboratif Guru dan Walimurid di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perkembangan teknologi
informasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam
komunikasi antara guru dan walimurid. Salah satu platform yang banyak
dimanfaatkan adalah WhatsApp Web,
versi desktop dari aplikasi WhatsApp yang memudahkan pengguna berinteraksi
melalui komputer atau laptop. Penerapan WhatsApp Web dalam konteks sekolah
dasar membuka peluang bagi guru dan walimurid untuk berkolaborasi secara lebih
efektif dalam mendukung perkembangan belajar anak. Komunikasi yang cepat dan
mudah menjadi kunci terciptanya hubungan yang harmonis antara sekolah dan
keluarga.
Melalui WhatsApp Web, guru dapat
menyampaikan informasi pembelajaran, jadwal kegiatan sekolah, hingga laporan
perkembangan siswa secara praktis dan terorganisir. Walimurid pun dapat
memberikan tanggapan, bertanya, atau berdiskusi langsung terkait kebutuhan anak
di rumah. Diskusi semacam ini membantu menciptakan keterbukaan antara pihak
sekolah dan keluarga, sehingga permasalahan belajar anak dapat segera
diidentifikasi dan diatasi bersama. Dengan demikian, komunikasi yang terjalin
bukan hanya bersifat satu arah, tetapi menjadi dialog kolaboratif untuk
kebaikan siswa.
Selain sebagai sarana komunikasi,
WhatsApp Web juga dapat dimanfaatkan sebagai media kolaborasi dalam perencanaan
kegiatan sekolah. Misalnya, guru dan walimurid dapat berdiskusi mengenai
program literasi, kegiatan ekstrakurikuler, atau proyek kelas. Melalui fitur
berbagi dokumen dan gambar, setiap pihak dapat berkontribusi dalam perencanaan
dan pelaksanaan kegiatan. Proses ini tidak hanya memperkuat kerja sama, tetapi
juga meningkatkan rasa memiliki terhadap sekolah. Kolaborasi yang terjalin erat
antara guru dan walimurid dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif
dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Namun demikian, penggunaan WhatsApp
Web perlu diatur agar tetap produktif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Guru perlu membuat pedoman komunikasi yang jelas, seperti waktu yang tepat
untuk berdiskusi dan batasan topik yang dibicarakan. Walimurid juga diharapkan
menjaga etika dalam berkomunikasi dan memahami peran masing-masing dalam
mendukung pembelajaran anak. Dengan pengelolaan yang baik, WhatsApp Web dapat
menjadi ruang diskusi yang positif dan profesional bagi semua pihak.
Secara keseluruhan, penerapan
WhatsApp Web sebagai media diskusi kolaboratif antara guru dan walimurid di
sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi pendidikan.
Melalui platform ini, komunikasi menjadi lebih terbuka, responsif, dan efisien.
Kolaborasi yang terjalin bukan hanya membantu keberhasilan akademik siswa,
tetapi juga membangun hubungan yang hangat antara sekolah dan keluarga. Dengan
memanfaatkan teknologi sederhana secara bijak, sekolah dapat menciptakan
ekosistem pendidikan yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan
terbaik anak.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest