Penggunaan ChatGPT dan Translate untuk Proyek Multibahasa SDGs
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sekolah Dasar meluncurkan proyek Sustainable Development Goals (SDGs) yang melibatkan siswa membuat materi kampanye multibahasa, dibantu oleh ChatGPT dan fitur translate. ChatGPT digunakan untuk menyusun draf pesan kampanye tentang SDG 5 (Kesetaraan Gender) atau SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan) dalam Bahasa Indonesia.
Selanjutnya, siswa menggunakan fitur translate untuk menerjemahkan pesan-pesan tersebut ke dalam bahasa Inggris, bahkan beberapa bahasa daerah lain. Proses ini mengajarkan siswa tentang pentingnya komunikasi inklusif di dunia global. Translate berfungsi sebagai alat yang menjembatani siswa dalam menyampaikan pesan SDGs kepada audiens yang lebih luas.
Guru menekankan bahwa penggunaan ChatGPT dan translate harus dilakukan dengan kesadaran budaya. Siswa harus memverifikasi apakah terjemahan yang dihasilkan sesuai dengan konteks budaya tujuan. Diskusi tentang sensitivitas bahasa menjadi bagian penting dari pelajaran kewarganegaraan global (SDG 4).
ChatGPT membantu siswa SD dalam menyusun struktur kalimat yang efektif, sementara translate memastikan pesan inti SDGs tetap utuh meskipun bahasanya berubah. Kolaborasi teknologi ini meningkatkan literasi linguistik dan digital siswa secara bersamaan.
Inisiatif ini berhasil menciptakan kesadaran tentang SDGs di kalangan siswa SD, sekaligus memberikan mereka keterampilan praktis dalam menggunakan teknologi AI dan translate secara bertanggung jawab. Sekolah berkomitmen untuk menjadikan proyek multibahasa ini sebagai kegiatan tahunan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati