Penggunaan ChatGPT untuk Penyusunan Program Sekolah Ramah Anak Berkelanjutan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Menyusun program sekolah yang komprehensif dan inklusif memerlukan riset yang mendalam, dan kini banyak kepala sekolah menggunakan ChatGPT sebagai mitra diskusi. AI ini membantu dalam menyusun draf kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang sesuai dengan standar SDG 4 dan SDG 16. Dengan memasukkan data spesifik lingkungan sekolah, AI dapat memberikan saran mengenai kegiatan yang mendukung pencegahan kekerasan dan peningkatan kesejahteraan psikologis siswa. Inovasi ini mempercepat proses perencanaan kebijakan sekolah yang lebih berbasis data dan terstruktur secara profesional.
Kebijakan yang dihasilkan kemudian diolah menjadi presentasi yang menarik menggunakan Canva untuk dipaparkan kepada dewan guru dan komite sekolah. Visualisasi kebijakan sangat penting agar seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama tentang visi dan misi sekolah. Pendidikan manajemen yang didukung oleh teknologi informasi ini meningkatkan akuntabilitas dan profesionalisme institusi pendidikan. Sekolah tidak hanya fokus pada materi akademis, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, aman, dan bahagia dalam setiap aspek kehidupannya.
Untuk memastikan kebijakan tersebut selaras dengan tren pendidikan global, sekolah menggunakan fitur terjemah untuk membandingkan draf mereka dengan standar sekolah internasional. Hal ini memberikan jaminan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan memiliki standar yang tinggi dan kompetitif. Literasi global di tingkat manajemen sekolah adalah kunci untuk membawa institusi pendidikan Indonesia ke level yang lebih baik. Teknologi menjadi alat untuk melakukan benchmarking dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan, memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan dan layanan pendidikan yang terbaik di kelasnya.
Informasi mengenai program SRA ini disosialisasikan secara masif kepada orang tua melalui WhatsApp Web. Saluran komunikasi ini digunakan untuk mendapatkan umpan balik (feedback) secara cepat dari wali murid. Keterlibatan orang tua dalam penyusunan kebijakan sekolah menciptakan rasa memiliki yang kuat dan mendukung keberhasilan implementasi program di lapangan. Teknologi komunikasi digital memfasilitasi dialog yang transparan dan demokratis di lingkungan sekolah, yang merupakan pondasi utama dari tata kelola pendidikan yang baik dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak kita.
Sebagai kesimpulan, penggunaan AI dan platform digital dalam manajemen strategis sekolah telah membawa dampak besar bagi kualitas layanan pendidikan. Sekolah Ramah Anak bukan lagi sekadar slogan, melainkan program yang terencana dengan baik berkat dukungan teknologi informasi yang mutakhir. Upaya ini merupakan bentuk nyata dari transformasi pendidikan nasional menuju arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan terus berinovasi dalam manajemen sekolah, kita sedang menyiapkan lingkungan belajar yang paling ideal bagi generasi masa depan untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang unggul dan berkarakter mulia.
###
Penulis: Anisa Rahmawati