PENTINGNYA AKTIVITAS MOTORIK DI ERA DIGITAL UNTUK ANAK SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Di era digital yang serba cepat dan canggih, penggunaan perangkat
seperti tablet, laptop, dan ponsel pintar telah menjadi bagian dari keseharian
anak-anak, termasuk siswa sekolah dasar. Berbagai aplikasi dan platform
pembelajaran online memang memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam proses
belajar. Namun, di balik manfaat tersebut, ada satu aspek penting yang kerap
terabaikan: aktivitas motorik anak.
Aktivitas
motorik, baik kasar maupun halus, sangat berperan dalam tumbuh kembang anak
usia sekolah dasar. Gerakan seperti berlari, melompat, menulis, menggambar,
hingga bermain peran secara fisik tidak hanya mendukung kekuatan otot, tetapi
juga melatih koordinasi, konsentrasi, serta perkembangan sosial-emosional anak.
Sayangnya, kebiasaan duduk terlalu lama di depan layar cenderung mengurangi
waktu anak untuk bergerak secara aktif.
Jika
tidak diseimbangkan, penggunaan gawai secara berlebihan dapat memicu berbagai
dampak negatif seperti postur tubuh yang buruk, kelelahan mata, hingga
penurunan kemampuan sosial karena kurangnya interaksi fisik. Di sinilah
pentingnya peran guru dan orang tua untuk menciptakan keseimbangan antara
pembelajaran digital dan aktivitas motorik yang bermakna.
Strategi
sederhana seperti menyisipkan kegiatan fisik ringan di sela belajar, mengadakan
pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan gerakan, atau menjadwalkan waktu
bermain di luar ruangan secara rutin bisa menjadi solusi. Aktivitas seperti
senam otak, bermain peran, atau tantangan motorik sederhana dapat
dikombinasikan dalam proses belajar di kelas maupun di rumah.
Mendidik
anak di era digital bukan berarti menjauhkan mereka dari teknologi, tetapi
membekali mereka dengan keseimbangan antara kecanggihan digital dan kesehatan
tubuh. Anak-anak yang aktif secara fisik cenderung lebih fokus, lebih bahagia,
dan memiliki kemampuan belajar yang lebih baik.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik