Peran Canva dalam Kampanye Sosial Anti-Perundungan di Lingkungan Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Perundungan (bullying) adalah hambatan besar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif, sebagaimana dicanangkan dalam SDG 4. Menanggapi hal ini, banyak sekolah menggunakan platform Canva sebagai media utama bagi siswa untuk melakukan kampanye anti-perundungan melalui poster dan infografis. Siswa diajak untuk mendesain pesan-pesan positif tentang empati dan keberagaman. Kampanye visual ini terbukti lebih efektif dalam menyentuh perasaan siswa dibandingkan hanya melalui ceramah formal, menciptakan budaya sekolah yang lebih ramah dan saling menghargai sesama.
Dalam membuat konten kampanye, siswa didorong untuk menggunakan fitur terjemah agar pesan-pesan anti-perundungan tersebut dapat dipahami oleh siswa internasional atau mereka yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Inklusivitas bahasa dalam kampanye sosial menunjukkan komitmen sekolah dalam melindungi setiap individu tanpa terkecuali. Pendidikan karakter yang dikemas dengan teknologi desain ini melatih siswa untuk menjadi komunikator yang peka dan bertanggung jawab di ruang publik, baik secara fisik di sekolah maupun di dunia maya yang sangat terbuka bagi siapa saja.
Hasil karya siswa tersebut kemudian disebarluaskan melalui grup WhatsApp Web kelas dan akun resmi sekolah. Kecepatan distribusi informasi di era digital memungkinkan pesan-pesan kebaikan tersebar secara masal dalam waktu singkat. Orang tua juga dilibatkan untuk memberikan dukungan terhadap kampanye ini dari rumah. Sinergi antara teknologi komunikasi dan gerakan sosial sekolah menciptakan jaring pengaman bagi siswa dari tindakan perundungan. Teknologi digital menjadi alat proteksi yang efektif jika dikelola dengan visi kemanusiaan yang kuat oleh seluruh warga sekolah.
Selain poster, siswa juga memproduksi video kampanye pendek untuk diunggah di YouTube. Video tersebut seringkali berisi testimoni dan ajakan untuk berani melapor jika melihat tindakan tidak terpuji. Konten audiovisual ini memberikan dampak psikologis yang positif dan membangun keberanian kolektif bagi siswa untuk menjaga kedamaian di lingkungan mereka. Sekolah yang aktif memanfaatkan teknologi untuk isu-isu sosial seperti ini akan lebih berhasil dalam menciptakan lulusan yang memiliki integritas moral dan kepedulian tinggi terhadap keadilan dan hak asasi sesama manusia.
Kesimpulannya, pemanfaatan Canva dan media digital dalam kampanye anti-perundungan telah membawa perubahan positif bagi atmosfir sekolah. Siswa menjadi lebih sadar akan dampak tindakan mereka terhadap orang lain. Inovasi ini diharapkan terus diperkuat dengan kebijakan sekolah yang tegas dan dukungan teknologi yang mumpuni. Dengan menciptakan lingkungan yang bebas dari rasa takut, proses belajar mengajar dapat berlangsung secara maksimal, memastikan setiap anak dapat berkembang sesuai potensinya dan menjadi bagian dari masyarakat yang damai dan beradab di masa depan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati